Kisahku dimulai pagi senja tadi . Jumat malam memang ayah udah disuruh dokter buat opname , tapi ayahnya nolak. Akhirnya abis mama paksa subuh dinihari tadi ayah ke rumah sakit. Mungkin kalian akan membayangkan ayah yang lesu, kurang sehat, dan tidak bisa apa-apa. Tidak ! Ayah sangat sehat (walaupun sebenarnya sakit). Waktu check up malam tadi aja , ayah naik mobil sendiri. Pagi tadi pun jikalau tidak dipaksa mama , bukan aa yang nyetir tapi ayah. Memang begitulah sekarang keadaan ayah. Dibilang sehat tidak .. Dibilang sakit juga tidak. Tapi ayahku Kuat! Penyempitan jantung . Itu yang dikatakan dokter. Walau akupun tidak tau bagaimana detail penyakit itu, tapi yang pasti itu sangat menyiksa ayahku.
Backroundnya memang ayah sangat sama seperti ku. Maksudku semua secara keseluruhan ayah ada pada diriku. Seorang ayah yang sangat keras kepala dan tangguh pada pendiriannya, bila dia merasa benar pasti dia katakan benar dan tak peduli apapun resikonya, ayah sangat rajin (ini sifat yang agak berbeda dengan ku) , pintar masak (lebih hebat dari mama lo..), walaupun sangat sangar alias menakutkan (Batak ni ceritanya), tapi ayah sangat penyayang. Dilihat sekilas memang sekeras batu alam tapi bila ditelusuri lebih dalam ia seperti pasir yang begitu setia menemani desiran ombak. Memang sangat pemarah tapi aku sudah terbiasa, kadang dia juga ringan tangan (maklumlah Batak). Sangat baik sama semua orang. Ayahku memang jarang senyum, kecuali disenyumin dulu. Teman cowokku saja tidak ada yang tidak takut dengan ayah. Begitulah ayah .. Bagaimana pun Dia .. Dialah Ayahku.
Beralih ketopik selanjutnya. Kalo soal makanan ayah paling jago. Jago makan, jago masak. Segala makanan ayah suka. Berlemak, berminyak, santan, garam berlebih, banyak deh. Dari kecil aku sering diajak ayah hunting makanan. Alhasil , kepiting , cumi , daging, martabak pokonya yang sangat mengandung lemak kolesterol itulah makanan kegemarannku. Tapi sekarang ayah tidak diizinkan lagi mengkonsumsi itu, mencicipi pun jangan. Penyempitan jantung ..

Awalnya ayah sama sekali tidak pernah kena . Hanya kencing manis dan asam urat. Karena ga ada impactnya saat itu, ayah ya santai-santai saja. Tidak ada pantangan dalam hal makanan. Dan lama kelamaan asam urat ayah naik jadi 900 apa gitu (saya kurang mengerti). Dan impactnya lagi itu yang ternyata membuat jantung ayah tercinta saya diserang. Ayah perokok sih ! Huh ! Mkanya yaa ,, saya paling ga suka sama orang perokok! Dulu waktu masih umur 30an ayah memang ngerokok, tapi berkat rayuan sang mama sirokok terlaknat diganti mama dan diubah jadi permen foxs. Dan dimobil ayah hanya ada kaleng permen,dan rokok itu tidak ada lagi. Berpuluh tahun ayah kerja dikecamatan, ayah minta pindah ke instansi lain. Dan berkat faktor lingkungan ayah sama jadi smoker lagi. Dan itu berlangsung sampai sekarang (mkasudnya sampai ayah diagnos jantung) kira-kira awal 2010. Dari situ ayah stop sama sekali rokok. Januari akhir ayah dirawat dirumah sakit, sempat masuk ICU , dan dari situ makanan ayah berubah 360 derajat. No salt, No sugar, No Oil, No coconut milk, no all of meat. Jadi ya kalo ga direbus, dibakar deh tu makanan. Mau ga mau, suka ga suka, ya HARUS. Demi kesembuhan. Dan karena ayah memang sangat aktif sekali dalam bekerja apalagi akhir-akhir ini sering ke desa-desa terpencil sehingga makananpun tak terkontrol. Tidak tau apa yang ayah makan. Bisa dipastikan makan yang berminyak, bersantan, dll. Tidak bisa disalahkan memang, dari dulu ayahku sangat hobi itu. Godaan dan rasa ingin pasti selalu ada.
Beginilah .. Untuk ketiga kalinya ayah masuk rumah sakit lagi. Persoalannya sama, kurang menjaga asupan makanan. Semoga ayah tetep kuat dan bisa jaga makanan. Semoga dengan yang ketiga kalinya ini ayah lebih bisa mengatur pola makanan. Semua bergantung pada ayah ! Ani cuma bisa doakan ayah ,,
>> Persembahan buat Ayah Terkasih