Pages

Wednesday, November 20, 2013

Oh Allah, fix my heart

Jadi begini, menyoal cinta tiada yang sangka tak semanis jumpa. 
Menyoal cinta, rindu pun mana  tak pernah tak hadir membawa riuh gemuruhnya.

Entahlah, akhir-akhir ini teman seperjuangan kuliah lagi banyak yang perih di gores pengkhianatan. Hanya orang-orang terpilih yang tetap kuat bertahan. Hampir semua tumbang diserang pengkhianatan. Tak terkecuali aku~ *naikin dagu* *bangga*. Ada yang menyerah dengan kesabaran dalam ketidakpastian, ada yang tumbang diterpa ketidakpedulian, dan yang paling memprihatinkan ada yang kalah diserang pengkhianatan. 

Ahh sudahlah~ menyoal cinta memang perkara menyebalkan bukan ? Ini terucap dari korban kecil dari ketidakadilan cinta yang dipersoalkan. Sebenarnya aku sedang tidak menyudutkan cinta yang pada hakikatnya suci dan membahagiakan. Hanya saja, kali ini aku hanya mampu mencipta sudut pandang dari orang-orang yang terabaikan. Oleh cinta.. Dari ketidakpastian, ketidakpedulian, dan pengkhianatan. 

Perihal perasaan siapa yang sanggup menolak untuk dibahagiakan ? Hanya saja, aku merasa kesabaran dalam penantian belum sepenuhnya mampu kita piarakan. Kamu selalu saja sesumbar kesana-kemari mengucap sabar sudah kau dewasakan, penantian sudah siap kau hadang. Tapi ? Ketika waktu, dan ketiadaan temu yang belum menjanjikan bertubi hadir tanpa bisa kau elakkan. Pada akhirnya kalah adalah satu-satunya jalan bukan ? Manusia memang paling hobi untuk tak rela disalahkan.

Ketidakpastian justru akan terus menghadangmu. Bila mana makna cinta terlalu serius kau telan bulat-bulat dalam mesin pengatur kebahagiaan versi kamu. Cinta banyak mengandung anak, melahirkan definisi yang begitu banyak. Kau tak mungkin mampu memahami semuanya bukan ? Pada akhirnya ketidakpedulian akan menyambutmu kelak, hingga waktu muak. Wajar bilamana pengkhianatan jadi akhir cerita yang kau dapat nantinya. 

Perihal rindu, pada akhirnya harus kau piara agar tak menyeruak. Cinta cukup kau jaga dengan ketabahan jiwa. Karena cinta tak pernah mengajarkan duka sebagai pelengkap bahagia. Sebagaimana darwis-tere liye katakan, bahwa kebersamaan adalah bagi yang benar-benar kenal akan sabar. 

Karena cinta kepada mahluk adalah perkara sia-sia bila mencintai-Nya saja belum sepenuhnya kau perlihatkan. Karena meyakini bahwa Allah lah yang memegangi setiap hati manusia adalah kebenaran. Karena mengingkari-Nya adalah sebuah pengkhianatan, wajar bilamana kau selalu ditinggalkan. Sungguh benar yang Aagym katakan, bila sepenuhnya cinta tak kepada yang hakiki. Sungguh wajar dia akan menguasai, mendominasi, mencuri pikiran dan hati. 

Menyoal cinta, aku belum khatam olehnya..


Salam kebahagiaan, kawan \o/
Mari menumbuh suburkan kesabaran (9`.`)9

Dari perempuan yang belum khatam oleh cinta yang menyucikan ^^

0 komentar: