Pages

Monday, May 28, 2012

Membrane Article


MEMBRAN ANORGANIK
(membran keramik)

Etha Mawarni Harahap / NIM. J1B110212
Sebagai alat pemisah berupa penghalang yang bersifat selektif, membran dapat memisahkan dua fase dari berbagai campuran. Campuran tersebut dapat bersifat homogen atau heterogen dan dapat berupa padatan, cairan atau gas. Transportasi pada membran terjadi karena adanya driving force yang dapat berupa konveksi atau difusi dari masing-masing molekul, adanya tarik menarik antar muatan komponen atau konsentrasi larutan, dan perbedaan suhu atau tekanan (Pabby dkk., 2009).
Salah satu  tipe membran berdasarkan materialnya yaitu membran anorganik yang terbagi salah satunya atas membran keramik kombinasi dari logam (alumunium, titanium, silicium atau zirconium) dan non-logam (oxide, nitride atau carbide), membran organik, dan membran biologi (Mulder, 1996). Seiring dengan kemajuan penelitian tentang membran, maka sampai saat ini sudah banyak yang menemukan dan menggunakan berbagai membran yang terbuat dari beberapa bahan yang efisien. Hal ini seperti yang dinyatakan oleh Mulder bahwa membran yang salah satunya terbuat dari bahan keramik memberikan beberapa kelebihan dibandingkan membran organik atau polimer seperti: umur pakai yang lama, mudah dan efisien di dalam membersihkannya, ketahanan kimia dan termal yang lebih baik, serta kekuatan mekanis yang  tinggi. Beberapa kelebihan tersebut, memberikan peluang bagi membran keramik zeolit untuk proses pembersihan gas buang industri. Namun membran itu sendiri tentunya juga memiliki kelemahan yaitu polarisasi konsentrasi/membran fouling, waktu hidup membran rendah dan selektivitas atau fluks rendah.
Lubis mengutarakan bahwa prinsip utama membran adalah penyaringan, maka tentu semakin lama pori-pori membran akan tertutup oleh kontaminan, atau partikel polutan. Konsep penyumbatan ini di dalam membran disebut fouling. Kalau dalam pengolahan air ada rapid sand filter, ini disebut clogging. Tapi pada dasarnya, artinya sama, yaitu penyumbatan
fouling ini tentu akan mengurangi debit air yang telah disaring oleh membran.
Tentu ini merupakan kerugian dari penggunaan membran. Nah untuk itu berbagai penelitian dilakukan untuk meminimisasi fouling. Yang perlu diingat adalah fouling tidak bisa dicegah  namun keberadaannya bisa ditunda. Beberapa cara untuk mereduksi fouling adalah menaikkan pH, sistem backwash dll, termasuk penggunaan TiO2 pada permukaan membran.
Aplikasi membran keramik digunakan untuk memisahkan suatu zat dari kumpulannya berdasarkan perbedaan ukuran partikel. Untuk lebih sederhana mungkin bisa dibayangkan proses penyaringan air. Proses ini menjadi demikian penting saat ini karena beberapa solusi untuk masalah pemisahan biasanya menghasilkan masalah baru. Salah satu contoh dari masalah yang paling popular mungkin adalah proses pengolahan limbah. Secara garis besar berdasarkan penelitian Agustina, et al. langkah-langkah yang dilakukan dalam pembuatan keramik adalah :
1.      Pemilihan bahan dasar (raw material selection)
Pada tahapan ini, bahan dasar dipilih berdasarkan kebutuhan. Beberapa hal yang dipertimbangkan adalah karakteristik dari material yang ingin dihasilkan, biaya dan kemudahan dalam memperoleh bahan tersebut. Bahan dasar kemudian diolah lebih lanjut hingga siap untuk diproses menjadi powder.
2.      Pembuatan powder (powder preparation)
Umumnya, bahan dasar pembuatan keramik selalu dalam bentuk powder. Terdapat beberapa keuntungan dari dibuatnya powder, diantaranya untuk memperkecil ukuran partikel dan memodifikasi distribusi ukurannya. Powder harus dibuat dengan ukuran sekecil mungkin karena kekuatan mekanik dari keramik berbanding terbalik dengan ukuran powder. Pembuatan powder dapat dilakukan antara lain dengan menggunakan penggerus manual seperti mortar atau ball mill.
3.      Pencampuran
Setelah bahan baku atau sampel sudah menjadi powder dilakukan proses pencampuran bahan baku sehingga homogen dengan batuan sedikit air.
4.      Pencetakan
Pencetakan dilakukan dengan menggunakan pencetak khusus untuk membuat membran keramik yang terbuat dari gypsum kemudian dilakukan proses pengeringan.
5.      Pengeringan
Setelah membran terbentuk lalu dikeluarkan dari cetakan dan dikeringkan pada suhu ruang dengan diangin-anginkan ± 7 hari. Jika membran sudah benar-benar kering dilanjutkan dengan proses pembakaran dalam tungku pemanas  yang menggunakan kayu bakar sebagai bahan pembakarannya, dimana suhu pada tungku pemanas ini 700 oC dan membran siap untuk digunakan.
Filtrasi dengan menggunakan membran selain sebagai sarana pemisahan juga sebagai sarana pemekatan dan pemurnian suatu larutan yang dilewatkan pada membran tersebut. Menurut hemat saya dengan demikian adanya membran keramik (membran anorganik) memberikan solusi seperti pada pengolahan air limbah maupun proses penyaringan air karena kita ketahui sendiri salah satu keunggulan teknologi membran adalah konsumsi energi yang relatif lebih rendah, hybrid processing, dan pemisahan dapat dilakukan secara kontinu.  Akan tetapi membran terutama keramik  ini juga masih memiliki kelemahan tertentu dalam penggunaannya yaitu adanya fenomena fluks pada saat proses membran. Fluks yang semakin tinggi mengakibatkan selektivitas menjadi rendah, padahal yang diinginkan adalah mempertinggi fluks dan selektivitas. Fouling membran yang sering terjadi dapat diminimalisir salah satunya dengan pembungkusan mebran salah satunya dengan Titanium dioksida. Sehingga kedepannya teknologi membran masih dapat dikembangkan lagi dengan teknologi pembaharuan  yang dapat meminimalisir atau bahkan menghilangkan kelemahan dari membran tersebut.












Daftar Pustaka

Mulder, M. 1996.  Basic  Principles  of  Membrane  Technology.  Kluwer  Academic Publishers. London

Pabby,  Anil  K,  S.  S.  H.  Rizvi  and  A.  M. 2009.  Sastre Handbook  of Membrane
Separations  Chemical,  Pharmaceutical,  Food,  and  Biotechnological

Agustina, S., Sri P.R, Tri W dan Trisni A. 2011. Penggunaan Teknol Ogi Membran Pada Pengolahan Air Limbah  Industri Kelapa Sawit. Workshop Teknologi Industri Kimia dan Kemasan.
Lubis, K.M. 2007. Aplikasi Potensial Air Tanah. USU Repository





Read more...