Pages

Friday, June 20, 2014

From The Simple Things

  • "Etha, kamu habis lulus mau kerja dimana ?"
  • "Mau kerja dimana saja asal gajinya gede".
  • "Oh kamu mau berangkatin haji mamamu ya ?"
  • "Yap, seperti yang pernah aku ceritain. Aku pengen ngebahagiain mama dulu, syukur-syukur bisa kuliahin adek sampai ia jadi dokter".
  • "Oooh, terus kamu pikir dengan begitu orang tuamu bahagia tha ? Tapi aku apresiasi niat baikmu ko".
  • "Siapa sih yang ga pengen naik haji ? Dulu sebelum ayah sakit, beliau pernah berencana umroh sama mama, tapi Allah berkehendak lain". "Pastilah mamaku senang kalo berangkat haji. Aku rela dimanapun kerja, asal pekerjaan itu baik dan jadi jalan buat aku bisa berangkatin mama haji". "Sebelum aku menikah, aku pengen mama dan adekku bahagia".
  • "Gini ya tha, kamu kalo cita-citanya ngebahagiain mama dari sekarang juga bisa ko. Yaa aku bukannya ngeraguin niat dan usaha kamu, cuman naik haji sekarang diluar dari biaya yang mahal nunggu antriannya itu loh tha, tau kan ? Kalo mau ONH juga 80 juta-an/orang kira-kira, ga mungkin dong mama sendirian aja berangkatnya, pasti harus ada temennya. Otomatis kamu perlu biayain yah minimal 2 orang tha". 
  • "Tapii kan aku..".
  • "Iya tha, tidak ada yang tak mungkin kalo Allah sudah berkehendak. Apalagi dengan niat baikmu itu". "Dari sekarang pun kamu bisa saja membahagiakan mama. Dengarkan apa yang mamamu katakan, apa yang beliau perintah lakukanlah dan jangan pernah berusaha membantahnya. Dari hal kecil itupun insya Allah niat dan usaha besarmu akan berjalan beriringan, karena ridho mama dan orang tua adalah ridho Allah juga".
Percakapan kecil dan tak sengaja demikian harus kita yakini Allah lah yang menghendaki. Melalui perbincangan kecil aku dan seorang teman membuatku acap kali terpikir bahkan sampai aku menulis tulisan ini. Cukup dengan tidak membantah orangtuamu, cukup dengan selalu melakukan apa yang diperintahkannya bahkan untuk hal-hal kecil pun (seperti minta dipijitin, disuruh belanja ke pasar atau bahkan hanya minta belikan pulsa ke warung seberang) insya Allah niat dan usaha besarmu untuk membahagiakan orangtua nantinya akan diridhoi Allah agar selalu dilancarkan dan insya Allah dikabulkan. 


َوَعَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ عُمَرَ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا-, عَنْ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ, وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ ) أَخْرَجَهُاَلتِّرْمِذِيُّ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِمُ
 “Dari Abdullah Ibnu Amar al-’Ash Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Keridloan Allah tergantung kepada keridloan orang tua dan kemurkaan Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua.” Riwayat Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan Hakim.”


Apalagi untuk memberangkatkan mamamu haji tha, harus yakin tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah SWT bila ia sudah menghendaki. Semoga bisa jadi renungan kita semua :')

Read more...