Pages

Monday, July 25, 2016

A Real Friends are A Good Friends



..make the bad times good and the good times unforgettable.. 


Menjadi tiba-tiba, mewek sendiri, habis nganterin Elma pulang, padahal saya adalah orang yang tidak satu dua kali saja nganterin Elma pulang dan nemeninnya tiap kali nungguin bus datang.
Menjadi tiba-tiba, bahagia serasa kurang, saat kami harus pulang dan ninggalin Juju di kamarnya untuk kembali sendirian.
Terkadang dibuat penasaran, rahasia Tuhan mana lagi yang akan disaksikan ?
Riri.. dan sekarang Shaumi punya kehidupan lain yang tak kalah membahagiakan.
Mari saya tegaskan, ini bukan saja soal kegalauan menunggu siapa lagi yang akan kena giliran. Hal demikian, perasaan seperti itu masih bisa dituntaskan tanpa perlu dijadikan kesedihan.
Ini menyoal pertemanan..
Orang sering kali menyebutnya sisters from another mom. Saya lebih senang menyebutnya bagian dari kegembiraan. To be sister at heart~ Bisa tiba-tiba jadi penertawa hebat kalo ada teman yang lagi kumat konyolnya dan menjadi pembela sok pemberani bila ada yang lagi disakitin hatinya oleh pria. Haha.. we’ve so much shared anything.
Kali ini,
Menjadi tiba-tiba kembali rindu, saat sendirian.
Rindu, dikala sedih bergelayutan namun tak perlu khawatir ! Ada banyak teman.
Rindu, dikala bahagia datang  dan kalian semua juga ikutan senang.
Pada akhirnya kita memang akan terpisahkan, waktu akan membuat kita menjalani kehidupan baru di kemudian.
Bagaimanapun, waktu membuat kita pada akhirnya berjauhan~
Kalian semua adalah tetap teman
#ourfriendship #tibatibakangen #bestfriends



Sunday, May 1, 2016

Hati-Hati Dalam Berucap

Assalamualaikum ..

Sudah lama sekali tidak post tulisan di blog. Semakin tahun nyatanya semakin tidak produktif dalam menulis. Tahun sebelumnya saja hanya 2 (dua) postingan. Baiklah, semoga tulisan pertama di 2016 ini juga membawa manfaat.


Sehabis berbuka puasa sama mama dengan menu biasanya, lalu mengerjakan tugas kuliah saya pun tidur cepat. Tengah malam kemudian terbangun dan tiba-tiba saja kepala puyeng dan mual-mual muntah. Sebenarnya mengurungkan niat buat manggil mama, takut ngerepotin dan takut dimarahin kalo sakit. Namun tetap saja butuh bantuan mama, ditelpon dari kamar dengan sigap mama langsung ke lantai atas bantuin anaknya yang dikerubungin muntah (haha, ini memalukan). Beberapa hari ngedrop dan mama sangat cekatan ngerawat anaknya, bawain ke dokter, nyiapin makanan, sampe pijetin saya. Alhamdulilah di tengah-tengah sakit masih diberikan keleluasan nikmat yang lain.


Perkara sakit siapa sih yang kepengen, begitupun juga saya.

Sakit yang saya alami sedikit mengingatkan dan mungkin juga teguran, pasalnya saya masih sehat-sehat saja sebelumnya. Saya jadi teringat beberapa hari lalu sehabis bayar bpjs kesehatan yang rutin tiap bulan, sempat di dalam hati berujar "Duh bayar mulu, sakit juga engga".

Allah Maha Mendengar..


"Tidak mengapa (semoga dapat) membersihkan kamu (daripada dosa), Insya-Allah". -HR.BUKHARI

Read more...

Thursday, May 28, 2015

Berhenti Hujan (menangis) Malam Ini



Kepada yang acap kali menitikkan air mata (bagi sebagian orang terlihat) untuk hal sepele


Berhenti bersedih untuk hal-hal sepele yang bahkan tidak 
pantas untuk disedihkan
Berhenti merengutkan paras rupamu hanya untuk hal yang 
terkadang tidak sesuai keinginan
Berhenti mengaduk-ngaduk perasaan bila dirimu sendiri tak 
mampu melakukan
Berhenti berair mata hanya karena orang yang menjadi 
sumber-sumber penyemangat dan bahagiamu acap kali tak mempedulikanmu
Bahagia dan sedihmu ada pada dirimu dan atas pertolongan-Nya

Berbahagialah dengan apa yang kau punyai, dan apa yang tidak kau punyai – Buya Hamka

Mulailah bersyukur atas apa yang terjadi, 
bahkan pada saat masa-masa sulit sekalipun

Mulailah untuk  tidak menangis, kecuali jika kesedihanmu ada hubungannya dengan tempat sujudmu

Note to Self~

Read more...

Friday, February 13, 2015

Kau Adalah Alasan Kenapa Aku Ada


Siapa aku wahai ibu ? yang selalu mengeluh menyoal kehidupan, namun seringkali enggan saat kau beri wejangan.
Siapa aku wahai ibu ? yang selalu rajin membahas perkataanmu bahkan disaat yang tidak tepat,
yang pandai sekali membantah segala perintahmu.
Siapa aku wahai ibu ?  ketika aku sakit kau tetap mau merawatku. 
Oh Ibu..
Apakah engkau tahu ?
Hal yang paling aku khawatirkan saat umurku bertambah adalah umurmu wahai ibuku juga akan bertambah. 

14 Februari adalah tanggal penting bagiku yang mungkin tak penting bagimu ibu..
Terimakasih atas segala marah, diammu juga seribu nasihatmu untukku

 "Nak, segala sesuatu yang kau kerjakan sekarang dengan penuh ikhlas yakinlah akan berakhir indah, meskipun saat ini kau sedang dalam posisi di bawah". 

Ucapan sederhana yang kadang kala atau bahkan seringkali aku abaikan dalam tiap kesempatan. Petuah yang tak bosan kau sampaikan bila aku sedang dilanda kegalutan.

Selamat bertambah umur ibuku :') 
Semoga kesehatan dan keberkahan selalu menyertai juga mengiringi tiap langkahmu.
Panjang umur ibuku .... 




  

 

Read more...

Tuesday, November 4, 2014

Sudah Siapkah Menikahi Penantian ?

Kala itu, di perjumpaan awal tahun Elsa sedang bersiap menuju auditorium hotel di kotanya guna menghadiri acara yudisium sarjana. Akhirnya, kini giliran Elsa sebagai mahasiswa akan disahkan bergelar sarjana bersama dengan teman-temannya yang lain. 

Ruangan auditorium sangat megah dihiasi ornamen dekorasi yang sempurna. Bersama ibu dan adik perempuannya sebagai pendamping ditambah dengan kekasih hatinya yang diakhir acara baru sempat datang menemui, mereka pun berfoto bersama sebagai kenangan indah Elsa atas gelar sarjana yang telah disandangnya. 
-------------------------------------------------------------------------------
Setibanya di rumah..


"Elsa, kapan Danar akan menyusulmu wisuda?". Ibunya antusias membuka percakapan.
"Wisuda berikutnya mungkin Bu". Jawab Elsa tegas.
"Ooooh". Sahut Ibunya dengan nada mengeluh. 
"Jadi kapan kalian akan menikah ?", Ibunya bertanya kembali.
"Ibuuuu, Elsa juga sehabis wisuda juga tak ingin buru-buru menikah Bu. Elsa aku juga ingin kerja atau bahkan melanjutkan sekolah lagi. Jadi tidak akan masalah kan kalau Danar sedikit terlambat menjadi sarjana. Ibu kan pernah bilang sama Elsa bahwa Ibu tak ingin Elsa menikah terlalu cepat tanpa perencanaan yang matang dan tidak bermodalkan cinta semata. Kami juga memikirkan itu semua Bu, Elsa juga ga menginginkan setelah pesta pernikahan, kami kebingungan tinggal dimana, makan apa dan hidup seperti apa." Elsa dengan panjang lebar berusaha menjelaskan.
"Maksud Ibu kenapa kamu ga mencari pria yang sudah bekerja atau lebih bagus lagi yang sudah memiliki pekerjaan tetap". Ibunya mengusulkan.
"Mapan maksud Ibu ?". Elsa menyimpulkan.
"Apa Ibu mau membiarkan anaknya walaupun bergelimbang harta dan hidup berkecukupan namun anaknya ga bahagia dengan pasangan yang tidak diinginkannya ?". 

"Cepat cuci mukamu Elsa, jangan biarkan make up tebal itu menambah koleksi jerawatmu". Sambil menyodorkan handuk Ibunya dengan sigap mengalihkan pembicaraan tanpa ujung tersebut. 
-------------------------------------------------------------------
Teruntuk perempuan-perempuan yang sering kali dijejali dengan pertanyaan-pertanyaan serupa. 
Bersemangatlah ! Bila sudah waktunya, dengan berbagai cara yang tak kau kira. Jodohmu akan datang dengan sendirinya.
Sudah siapkah menikahi penantian ?
Read more...