Pages

Tuesday, November 4, 2014

Sudah Siapkah Menikahi Penantian ?

Kala itu, di perjumpaan awal tahun Elsa sedang bersiap menuju auditorium hotel di kotanya guna menghadiri acara yudisium sarjana. Akhirnya, kini giliran Elsa sebagai mahasiswa akan disahkan bergelar sarjana bersama dengan teman-temannya yang lain. 

Ruangan auditorium sangat megah dihiasi ornamen dekorasi yang sempurna. Bersama ibu dan adik perempuannya sebagai pendamping ditambah dengan kekasih hatinya yang diakhir acara baru sempat datang menemui, mereka pun berfoto bersama sebagai kenangan indah Elsa atas gelar sarjana yang telah disandangnya. 
-------------------------------------------------------------------------------
Setibanya di rumah..


"Elsa, kapan Danar akan menyusulmu wisuda?". Ibunya antusias membuka percakapan.
"Wisuda berikutnya mungkin Bu". Jawab Elsa tegas.
"Ooooh". Sahut Ibunya dengan nada mengeluh. 
"Jadi kapan kalian akan menikah ?", Ibunya bertanya kembali.
"Ibuuuu, Elsa juga sehabis wisuda juga tak ingin buru-buru menikah Bu. Elsa aku juga ingin kerja atau bahkan melanjutkan sekolah lagi. Jadi tidak akan masalah kan kalau Danar sedikit terlambat menjadi sarjana. Ibu kan pernah bilang sama Elsa bahwa Ibu tak ingin Elsa menikah terlalu cepat tanpa perencanaan yang matang dan tidak bermodalkan cinta semata. Kami juga memikirkan itu semua Bu, Elsa juga ga menginginkan setelah pesta pernikahan, kami kebingungan tinggal dimana, makan apa dan hidup seperti apa." Elsa dengan panjang lebar berusaha menjelaskan.
"Maksud Ibu kenapa kamu ga mencari pria yang sudah bekerja atau lebih bagus lagi yang sudah memiliki pekerjaan tetap". Ibunya mengusulkan.
"Mapan maksud Ibu ?". Elsa menyimpulkan.
"Apa Ibu mau membiarkan anaknya walaupun bergelimbang harta dan hidup berkecukupan namun anaknya ga bahagia dengan pasangan yang tidak diinginkannya ?". 

"Cepat cuci mukamu Elsa, jangan biarkan make up tebal itu menambah koleksi jerawatmu". Sambil menyodorkan handuk Ibunya dengan sigap mengalihkan pembicaraan tanpa ujung tersebut. 
-------------------------------------------------------------------
Teruntuk perempuan-perempuan yang sering kali dijejali dengan pertanyaan-pertanyaan serupa. 
Bersemangatlah ! Bila sudah waktunya, dengan berbagai cara yang tak kau kira. Jodohmu akan datang dengan sendirinya.
Sudah siapkah menikahi penantian ?

0 komentar: