Pages

Thursday, December 17, 2009

Renungan


Sadarkah Kita
Sadarkah kita bahwa;



Kita dilahirkan dengan dua mata di depan, karena seharusnya


kita melihat yang ada di depan, kita lahir dengan dua telinga,


satu kiri dan satu di kanan sehingga kita dapat mendengar dari


kedua sisi. Menangkap pujian maupun kritikan, dan melihat mana


yang benar.






Kita dilahirkan dengan otak tersembunyi di kepala, sehingga


bagaimanapun miskinnya kita, kita tetap kaya. Tak seorang pun


yang dapat mencuri isi otak kita, yang lebih berharga dari


segala permata yang ada.






Kita dilahirkan dengan dua mata, dua telinga, namun cukup


dengan satu mulut. Karena mulut tadi adalah senjata yang


tajam, yang dapat melukai, memfitnah, bahkan membunuh.


Lebih baik sedikit bicara, tapi banyak mendengar dan melihat.






Kita dilahirkan dengan satu hati, yang mengingatkan kita


untuk menghargai dan memberikan cinta kasih dari dalam lubuk


hati. Belajar untuk mencintai dan menikmati dicintai, tetapi


jangan mengharapkan orang lain mencintai anda dengan cara dan


sebanyak yang sudah anda berikan. Berikanlah cinta tanpa


mengharapkan balasan, maka anda akan menemukan bahwa hidup


ini akan menjadi lebih indah.


:)







Read more...

Wednesday, December 16, 2009

Akhirnya H-1

My Test
Setelah 2 minggu ulangan . tiba saatnya Her . HuHU . tapi ulangan ada yang belum sih . Program !! pelajaran yang bagi orang jenius dikelasku sekalipun sangat susah . . Mestinya sih senin kemaren , tapi karena sekolah sangat felksibel dalam perubahan jadwal , akhirnya ditaro disabtu. Hha . 


Remed pertama baru dimulai. Ckckckc . MATEMATIKA 58 euuy . 2 . nilai yang buruk sepanjang sejarah permatematikaan. Seumur baru 1 kali etha her matek. Hhaha . Sekarang akhirnya kena giiliran juga. Tapi etha sih santai2 aja . Yang her banyak ko ?? hahahh . masaa yang her 100 orang yang gga cuma 30 orang . Jadi timbul pertanyaaan. Yang susah soalnya apa orannya ? kta pa ridho sih "human error" ha . tapi bagi kami soalnya yang DEWA . massa ga bole pake kalku , tapi hitungannya desimal semuaa ?? gilaa ajaa . waktunya cuma 1 jam setengah lagi . huhu . tapi gpaapa . sekarang ada yang buat aku sedikit berbangga hati .


Nilai bagus pertama keluar . KKPI 88 euuy . Sungguh menyenangkan melihatnya . Jadi lupa kalo mtek etha her . haha . Teruus biologi 70 . huhu . gppa . yang penting gga HER . hehe .


Sekarang waktunya buat nyiapain diri istirahat malam ini . Kan besok liburr . Eh salah ! Bukan istirahat , tapi OL sepuasnyaaa . hhehehe . semoga tidak ada JABIS ! amieenn ..


soal program , urusan belakangan dehh ..(maaf maaf bang indra) abisnya berusaha ga berusaha teteep GAGAL . haha . gga ada niat  masiih .


Ok ! Time To Relax ...


Read more...

Monday, December 14, 2009

Renungan

--Setangkai Mawar--

John Blanford berdiri tegak dari bangku di Stasiun.

Kereta Api sambil melihat ke arah jarum jam, pukul 6


kurang 6 menit. John sedang menunggu seorang gadis


yang dekat dalam hatinya tetapi tidak mengenal


wajahnya, seorang gadis dengan setangkai mawar.






Lebih dari setahun yang lalu John membaca buku yang


dipinjam dari Perpustakaan. Rasa ingin tahunya


terpancing saat ia melihat coretan tangan yang halus


di buku tersebut. Pemilik terdahulu buku tersebut


adalah seorang gadis bernama Hollis Molleon. Hollis


tinggal di New York dan John di Florida. John mencoba


menghubungi sang gadis dan mengajaknya untuk saling


bersurat. Beberapa hari kemudian, John dikirim ke


medan perang, Perang Dunia II. Mereka terus saling


menyurati selama hampir 1 tahun. Setiap surat seperti


layaknya bibit yang jatuh di tanah yang subur dalam


hati masing-masing dan jalinan cinta merekapun


tumbuh.






John berkali-kali meminta agar Hollis mengirimkannya


sebuah foto. Tetapi sang gadis selalu menolak, kata


sang gadis "Kalau perasaan cintamu tulus,John,


bagaimanapun rupaku tidak akan berubah perasaan itu,


kalau saya cantik, selama hidup saya akan


bertanya-tanya apakah mungkin perasaanmu itu hanya


karena saya cantik saja, kalau saya biasa-biasa atau


cenderung jelek, saya takut kamu akan terus menulis


hanya karena kesepian dan tidak ada orang lain lagi


dimana kamu bisa mengadu. Jadi sebaiknya kamu tidak


usah tahu bagaimana rupa saya. Sekembalinya kamu ke


New York nanti kita akan bertemu muka. Pada saat itu


kita akan bebas untuk menentukan apa yang akan kita


lakukan."






Mereka berdua membuat janji untuk bertemu di Stasiun


Pusat di New York pukul 6 sore setelah perang usai.


"Kamu akan mengenali saya, John, karena saya akan


menyematkan setangkai bunga mawar merah pada kerah


bajuku", kata nona Hollis.






Pukul 6 kurang 1 menit sang perwira muda semakin


gelisah, tiba-tiba jantungnya hampir copot, dilihatnya


seorang gadis yang sangat cantik berbaju hijau lewat


di depannya, tubuhnya ramping, rambutnya pirang


bergelombang, matanya biru seperti langit, luar biasa


cantiknya....


Sang perwira mulai menyusul sang gadis, dia bahkan


tidak menghiraukan kenyataan bahwa sang gadis tidak


mengenakan bunga mawar seperti yang telah disepakati.


Hanya tinggal 1 langkah lagi kemudian John melihat


seorang wanita berusia 40 tahun mengenakan sekumtum


mawar merah di kerahnya. "O....itu


Hollis!!!!"






Rambutnya sudah mulai beruban dan agak gemuk. Gadis


berbaju hijau hampir menghilang. Perasaan sang perwira


mulai terasa terbagi 2 ingin lari mengejar sang gadis


cantik tetapi pada sisi lain tidak ingin menghianati


Hollis yang lembut dan telah setia menemaninya selama


perang. Tanpa berpikir panjang,


John berjalan menghampiri wanita yang berusia setengah


baya itu dan menyapanya, "Nama saya John Blanford,


anda tentu saja Nona Hollis, bahagia sekali bisa


bertemu dengan anda, maukah anda makan


malam bersama saya?" Sang wanita tersenyum ramah dan


berkata "Anak muda, saya tidak tahu apa


artinya semua ini, tetapi seorang gadis yang berbaju


hijau yang baru saja lewat memaksa saya untuk


mengenakan bunga mawar ini dan dia mengatakan kalau


anda mengajak saya makan maka saya diminta untuk


memberitahu anda bahwa dia menunggu anda di restoran


di ujung jalan ini, katanya semua ini hanya ingin


menguji anda." (NN)






Pernahkah terpikir oleh anda sekalian, bahwa si pemuda


bernama John Blanford di atas akan menarik semua


perkataan-perkataan cinta romantis yang pernah di


tulis dalam surat-suratnya apabila, katakanlah memang


benar ternyata Nona Hollis hanyalah seorang wanita


gemuk dengan rambut hampir beruban.


Untunglah John seorang yang sangat cerdas dan


berhikmat. Dia bisa saja berpikir pasti dapat


mengeluarkan sebuah alasan lain untuk mengagalkan


lamarannya. Dan tentunya jika itu terjadi, maka cerita


ini pasti tidak akan ada.






Seseorang akan sangat mudah tertipu dan tergoda untuk


mengikuti mata jasmani dan mengabaikan kata hati.


Orang lebih menyukai apa yang dapat dia lihat dan


sentuh dari pada apa yang dapat dirasakan dan di


sentuh oleh hatinya. Ini adalah salah satu titik


kegagalan manusia dalam menjalani kehidupannya sebagai


orang yang beriman. Kita lebih tertarik melihat sebuah


senyuman manis, dari pada sikap hati. Kita lebih


menyukai bola mata yang bulat dan bening ketimbang


mata hati yang tajam dan peka. Kita lebih menyukai


wajah rupawan dari pada karakter yang bagus. Singkat


kata, kita semua lebih menyukai hal-hal yang bersifat


jasmaniah ketimbang hal-hal rohaniah. Itulah sebabnya


seringkali kita tersandung karena ulah kita sendiri!




--Semoga Bermanfaat--





Read more...

Saturday, December 12, 2009

Tuhan Tahu

Tuhan Tahu





Kau tahu tentang hidupku ? Aku tanya sekali lagi . Kau tau tetang hidupku ?







Aku sudah berusaha keras ! Tapi apa yang aku dapatt ? Akuu lelaahh Tuhann..


Sendirii akuu disinii . Peduli mereka tak terjangkau olehkuu ..


Saudara semuslim ..


Renungkanlah ..


Beberapa hal yang dapat mendorongmu untuk tetap


bertahan.






Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha


yang sepertinya sia sia, TUHAN tahu betapa keras


engkau sudah berusaha.







Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu


masih terasa pedih, TUHAN sudah menghitung air


matamu.






Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu


sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja, TUHAN


sedang menunggu bersama denganmu.






Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu


terlalu sibuk untuk menelepon, TUHAN selalu berada


disampingmu.






Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya


dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi, TUHAN


punya jawabannya.






Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan


kau merasa tertekan, TUHAN dapat menenangkanmu.






Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan,


TUHAN sedang berbisik kepadamu.






Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa


ingin mengucap syukur, TUHAN telah memberkatimu.







Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi


ketakjuban, TUHAN telah tersenyum padamu.






Ketika kau memilih tujuan untuk dipenuhi dan mimpi


untuk digenapi, TUHAN sudah membuka matamu dan


memanggilmu dengan namamu.






Ingat bahwa dimanapun kau berada atau kemanapun


kau menghadap, TUHAN TAHU...












Read more...

Tuesday, December 8, 2009

Pengukir Senyum Pagiku



Mereka lah pengukir senyum pagiku . Murungkuu yang tiba-tiba berubah karena mereka . Sakitku yang sedikit berkurang karena ada mereka. Bahagia mereka .. bahagiaku juga .










Senyum mereka ..







Kekuatan , Kebersamaan , Pada akhirnya berbuah manis







Keceriaan ...









Bahagiaa ..







Kekuatan ..







Kerja Keras .





Saling Membantu



One For All . . Our Team




Dan jika berkata, berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan?..Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.




Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.


Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.


Karena kau menghampirinya saat hati lapang dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.

Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan.

Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita; Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.







Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan. Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.




Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.



Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.


Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?


Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!


Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.


Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.


Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan.




Never Ending ..


Read more...