Entah kapan perasaan ini berakhir, selalu saja ada segment yang hilang diantara bagian-bagian penyemangatku. Benar kata pa habibie " adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi. ". mungkin itu adalah luapan kecintaan kita yang terlalu berlebih, sehingga membuat lupa sebenarnya Tuhanlah yang lebih berhak memiliki.
Aku selalu menangis, bila mengingatnya. Merasa apa yang aku perbuat buat ayah belum sempurna dan cukup. Menyesal memang, dikala ayah ada aku jarang meluangkan waktu untuk beliau. Bahkan sering membantah, membangkang, tidak menurut atau apalah. Tapi ayah selalu menuruti apa mauku. Ayah memang pemarah. Tapi ayah juga pemaaf. Jujur , aku rindu dimarahi ayah. Rindu diteriaki kalo salah masak, rindu dimarahi bila aku pulang telat. Dan aku sadar , ayah memang sedang menjagaku. Teringat saat aku kecelakaan dulu, ayah dengan cepat memangkuku, menggendongku kerumah sakit, menyudahi tangis dan teriakan kesakitanku, menyembuhkanku sampai aku bisa tertawa lagi. Sampai-sampai ayah tega memenjarakan orang yang menabrakku. Bukan Tega ! Itu adalah wujud cinta dan perlindungan ayah terhadapku. Wujud sakit hati ketika anaknya disakiti oleh orang lain. Ketika ayah malam-malam kumat dan aku menangis melihatnya ayah masih sempat mengelus pipiku, mengusap air mataku. Aku tahu ayah saat itu sedang menahan sakit, tapi ayah masih sempat menyuruhku berhenti menangis. Aku tahu ayahku memang kuat.
Entah mengapa kenangan itu selalu hinggap saat aku sepi, gusar.
![]() | |
| Ayah Wisuda |
![]() |
| Kado dari Ayah |
Saat menulis ini pun , sebenarnya aku sangat sepi. Menangis menahan rindu. Terlalu banyak kenangan yang aku ingat, sehingga kadang aku terlihat tidak ikhlas atas perginya ayah. Aku bukan sedang mengeluh, tapi hanya ingin menumpahkan semua isi hati saat ini. Berbeda sekali hidupku saat ini. Aku merasa waktuku bersama ayah belum lah cukup.Tapi itu lah pr ku, aku harus sukses seperti ayah.
Kadang bila aku tidak bersemangat kenangan ayahlah yang membuatku bangkit, petuah dan nasihat ayah membuatku semangat, dan perjuangan ayah yang membuatku kuat. Aku tahu ini tidak mudah ! Tapi aku akan memudahkannya ..
![]() |
| Aku Sayang Ayah |







0 komentar:
Post a Comment