Aku
adalah anak tengah dari 3 bersaudara. Aku mempunyai kaka laki-laki dan adik perempuan
yang masih duduk di bangku kelas 3 madrasah ibtidayah. Beberapa tahun lalu, aku
dibuat malu oleh adikku sendiri. Ya.. malu ..
Sedari
kecil aku dan kakakku (adikku belum lahir) sudah diajarkan ilmu agama oleh Ayah
dan Mama. Selain disekolahkan di Taman Baca AlQuran, ayah juga memanggil seorang
guru yang mengajarkan ilmu tidak hanya membaca AlQuran, namun juga aqidah dan
fiqh. Lingkunganku juga sangat nyaman, walau diperkampungan biasa. Banyak
sekali kegiatan agama yang dilakukan hampir tiap hari disana. Sampai suatu
ketika, keluarga kami pindah rumah yang bertepatan dengan aku yang masuk SMK.
Disitulah aku mulai berubah, kebiasaan baik yang selalu aku lakukan sudah jarang
aku jabah kembali. Dulu, untuk kewarung yang berjarak 2 meter dari rumah saja
aku tetap berkerudung. Namun saat itu, pergi ke mall pun aku tak malu memperlihatkan
auratku.Rebonding rambut pun aku lakukan, guna menunjang penampilanku. Sedikit yang patut aku syukuri, aku tidak
seratus persen membuka aurat. Saat sekolah dan pergi les aku masih berkerudung.
 |
| Adikku Dewi |
Singkat
cerita, saat itu aku disuruh mama pergi ke warung makan. Jaraknya 200 meter
dari rumah, dan aku hanya mengenakan daster imut selutut dan rambut yang
dikuncir. Belum sempat aku pergi, saat membuka pintu pagar rumah adikku yang
masih kecil itu bertanya. “ Aa , tadi disekolah Bu Guru cerita kalo kita aurat
kita dilihat yang bukan mahramnya katanya rambut kita digantung di neraka ya a
?”. Sempet kaget dan pertanyaan adikku itu tidak aku hiraukan. Namun sebenarnya
sangat aku pikirkan siang dan malam. Padahal aku tahu, membuka aurat adalah
dilarang Allah SWT. Aku mengetahuinya jauh sebelum adikku, dari sekolah, dari
orang tua, dari pengajian-pengajian yang pernah aku ikuti dan itu sudah tertera
dalam AlQuran. Aku tahu.. namun keberanianku menentang dosa jauh melebihi itu. Aku
tahu, adikku tidak bermaksud menegurku. Allah SWT lah yang menegurku melalui
saudara kecilku itu..
Itu
adalah salah satu hal kecil yang berdampak besar yang membuatku sadar bahwa
kecantikan tidak berdasar pada fisik. Allah SWT telah mewajibkan menutup aurat
bukan hanya sebagai kewajiban semata, namun juga penghormatan islam terhadap
wanita, melindungi wanita ..
Kau
tahu saudaraku ? Menjaga hidayah lebih sulit daripada mengenal hidayah .. :))
Semoga
sebagai wanita kita senantiasa dapat menjaga iman dan takwa kita, salah satunya
dengan menutup aurat kita :))