Pages

Wednesday, June 5, 2013

Teguran Manis dari Saudara Kecilku

Aku adalah anak tengah dari 3 bersaudara. Aku mempunyai kaka laki-laki dan adik perempuan yang masih duduk di bangku kelas 3 madrasah ibtidayah. Beberapa tahun lalu, aku dibuat malu oleh adikku sendiri. Ya.. malu ..

Sedari kecil aku dan kakakku (adikku belum lahir) sudah diajarkan ilmu agama oleh Ayah dan Mama. Selain disekolahkan di Taman Baca AlQuran, ayah juga memanggil seorang guru yang mengajarkan ilmu tidak hanya membaca AlQuran, namun juga aqidah dan fiqh. Lingkunganku juga sangat nyaman, walau diperkampungan biasa. Banyak sekali kegiatan agama yang dilakukan hampir tiap hari disana. Sampai suatu ketika, keluarga kami pindah rumah yang bertepatan dengan aku yang masuk SMK. Disitulah aku mulai berubah, kebiasaan baik yang selalu aku lakukan sudah jarang aku jabah kembali. Dulu, untuk kewarung yang berjarak 2 meter dari rumah saja aku tetap berkerudung. Namun saat itu, pergi ke mall pun aku tak malu memperlihatkan auratku.Rebonding rambut pun aku lakukan, guna menunjang penampilanku.  Sedikit yang patut aku syukuri, aku tidak seratus persen membuka aurat. Saat sekolah dan pergi les aku masih berkerudung.  

Adikku Dewi
Singkat cerita, saat itu aku disuruh mama pergi ke warung makan. Jaraknya 200 meter dari rumah, dan aku hanya mengenakan daster imut selutut dan rambut yang dikuncir. Belum sempat aku pergi, saat membuka pintu pagar rumah adikku yang masih kecil itu bertanya. “ Aa , tadi disekolah Bu Guru cerita kalo kita aurat kita dilihat yang bukan mahramnya katanya rambut kita digantung di neraka ya a ?”. Sempet kaget dan pertanyaan adikku itu tidak aku hiraukan. Namun sebenarnya sangat aku pikirkan siang dan malam. Padahal aku tahu, membuka aurat adalah dilarang Allah SWT. Aku mengetahuinya jauh sebelum adikku, dari sekolah, dari orang tua, dari pengajian-pengajian yang pernah aku ikuti dan itu sudah tertera dalam AlQuran. Aku tahu.. namun keberanianku menentang dosa jauh melebihi itu. Aku tahu, adikku tidak bermaksud menegurku. Allah SWT lah yang menegurku melalui saudara kecilku itu..
Itu adalah salah satu hal kecil yang berdampak besar yang membuatku sadar bahwa kecantikan tidak berdasar pada fisik. Allah SWT telah mewajibkan menutup aurat bukan hanya sebagai kewajiban semata, namun juga penghormatan islam terhadap wanita, melindungi wanita ..

Kau tahu saudaraku ? Menjaga hidayah lebih sulit daripada mengenal hidayah .. :))
Semoga sebagai wanita kita senantiasa dapat menjaga iman dan takwa kita, salah satunya dengan menutup aurat kita :)) 

 

0 komentar: