Saat petikan merdu beterbangan ditemani aroma coffe hitam pelekat
rindu yang mengikat tajam. Kekosongan sedang berkenalan dengan malam.
Saling sapa, melempar tatapan dan senyum keramahan. Ah sudahlah.. toh
pada akhirnya sepi yang berkuasa.
Rindu..begitu setiap orang melantunkan. Agaknya rindu kali ini sedang tak seirama dengan pengharapan. Bising dan memekakkan namun dalam kelirihan.
Di sudut kursi perak sendirian ditemani meja yang senada dihiaskan kepekatan coffee hitam. Di situlah aku mencoba berkawan, dengan malam..dengan kepekatan coffee hitam.
Aku baru saja pura-pura acuh tak mendengarkan. Sulit ! Namun rindu kali kesekian kali ini harus aku dewasakan. Dia terlalu sering merengek pelan untuk dimanjakan.
Oh iya, ini yang terakhir
Kau kenal dengan cinta ? Sudah berapa banyak definisi cinta yang kau perdengarkan ? Kali ini definisi cinta yang aku kalimatkan adalah tentang kedewasaan. Aku ulangi.. Cinta yang memuliakan kedewasaan.
Selamat melakukan !
:))
Rindu..begitu setiap orang melantunkan. Agaknya rindu kali ini sedang tak seirama dengan pengharapan. Bising dan memekakkan namun dalam kelirihan.
Di sudut kursi perak sendirian ditemani meja yang senada dihiaskan kepekatan coffee hitam. Di situlah aku mencoba berkawan, dengan malam..dengan kepekatan coffee hitam.
Aku baru saja pura-pura acuh tak mendengarkan. Sulit ! Namun rindu kali kesekian kali ini harus aku dewasakan. Dia terlalu sering merengek pelan untuk dimanjakan.
Oh iya, ini yang terakhir
Kau kenal dengan cinta ? Sudah berapa banyak definisi cinta yang kau perdengarkan ? Kali ini definisi cinta yang aku kalimatkan adalah tentang kedewasaan. Aku ulangi.. Cinta yang memuliakan kedewasaan.
Selamat melakukan !
:))




0 komentar:
Post a Comment