Pages

Tuesday, October 8, 2013

Pertanyaan singkat


Aku sedang asyik berkirim instant message ke teman lamaku. Banyak hal yang kami saling tanyakan, dan hal yang membuatku terbata membalas pesannya adalah saat dimana dia tiba-tiba bertanya, "Kalau boleh tau, mau kamu didik jadi apa anakmu kelak tha ?". Entahlah..untuk pertanyaan satu ini sepertinya tak selancar pertanyaan-pertanyaan sebelumnya, aku bisa menjawabnya. Hanya saja, yang ada di pikiranku adalah mempunyai anak yang lebih baik akhlaknya dari aku sendiri. Itu saja..


Padahal semestinya sedari sekarang kita harus sudah memikirkannya, bahwa kelak kapanpun nanti dengan seizinnya kau akan mempunyai keturunan. Mau itu baik ataupun jelek (naudzubillah) akhlaknya, yang berperan besar selain kehendak-Nya adalah titahmu dalam mengupayakan kebaikan. Untuk dirimu terutama, yang insya Allah akan berpengaruh besar terhadap keturunanmu kelak. Pernah dengar pepatah "Buah jatuh tak akan jauh dari pohonnya" kan ? Agaknya aku sudah mulai paham makna peribahasa yang guru SD ku perkenalkan. 
Ayahku pernah berucap, anak yang nakal siapapun pasti akan bertanya siapa dan bagaimana orangtuanya. Begitu juga dengan anak yang baik, semua pasti akan bertanya siapa dan bagaimana sang orangtua mendidik dan menjaganya. Walaupun masih banyak anak yang berakhlak baik sedang memiliki backround orang tua yang berkebalikan. Maka jagalah selalu kehormatanmu, bukan untuk siapa-siapa. Hanya untuk dirimu..
Jadi, aku bertekad. Sesampai manapun aku menempuh pendidikan formalku. Sebagai perempuan, aku akan terus tetap belajar dan mendahaga akan ilmu. Oki Setiana Dewi dalam bukunya "Cahaya di Atas Cahaya" mengatakan al-umm hiya al-madrasatu al-ula. Bahwasanya ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Ibu sebagai sekolah pertamanya, dan Ibu adalah pemberi ilmu pertama bagi anak-anaknya. Aku selalu mematrikan ini dibenak rencana masa depanku. Seburuk apapun masa lalukku, sejelek apapun akhlakku dulu. Entahlah.. aku tetap harus jadi pengenal kebaikan pertama bagi anak-anakku. Menurutku tak ada kata terlambat untuk terus memperbaiki diri. 
Kau ingin mempunyai keturunan yang rajin mengaji ? Lakukan sedari dini.  
Kau ingin agar anakmu tak berkata menyakiti ? Lembuti tiap tutur katamu sedari dini.
Kau ingin anakmu sukses dikemudian hari ? Tanamkan kejujuran dan keteguhan diri mulai dari dirimu sendiri.

Semoga kita dikaruniakan anak-anak penggiring surga bagi kefasikan kita yang tak kuasa terpatri. Anak-anak dengan kejujuran yang senantiasa tertanam di sanubari. Sebagai penuntun kedamaian abadi yang mengalir sungai-sungai dibawahnya. 
..dari pertanyaan singkat yang ternyata sangat berarti..

0 komentar: