Apa kau pernah merasakan masa dimana dirimu sendiri pun tak bisa membantumu bangkit dari keterpurukan kehidupan ? Merasa hanya kamu lah mahluk bumi satu-satunya yang paling tidak bahagia saat itu. Seolah arah manapun jalan kebaikan yang sudah dibukakan tak mampu kau pilih hanya agar kau terlepas dengan penatnya kehidupan. Menganggap hanya orang-orang sepertimu yang selalu merasakan masa-masa kelam. Masa dimana permasalahan adalah satu-satunya hal yang sibuk kau hilangkan.
Mari renungkan sejenak..
Tidak ada manusia yang tak pernah mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya. Entah itu tua muda, kaya miskin, berpendidikan ataupun tidak, semua pasti pernah merasakannya. Seburuk-buruk manusia adalah yang tak bisa melepaskan cengkraman kegelisahan hingga akhirnya mencelakakan. Jalan satu-satunya adalah dengan hanya menggantungkan harapan kepada Sang Maha Pemberi Ketenangan. Permasalahan timbul menganak menjadi kegelisahan yang berujung pada ketidaktenangan. Aa Gym pernah mengatakan orang yang selalu sengsara adalah perbanyak mikir namun kurang dzikir. Innalillah .. Terlalu menyibukkan diri dengan keduniaan atau bahkan mencintainya terlalu dalam bisa jadi menjadi halanganmu untuk mendapat ketenangan. "Allah akan mengingat kamu bilamana kamu mengingat-Nya". Seolah tidak yakin kepada Allah dan menyakini Allah lah pemilik segalanya. Sehingga masalahmu tak sepenuhnya kau serahkan kepada Allah. Bahwasanya setiap yang Allah rencanakan tidak ada yang sia-sia dan memiliki maksud tujuan.
Mengapa kau diuji ?
"..Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman," sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji org2 yg sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui org2 yg benar dan sesungguhnya Dia mengetahui org2 yg dusta." (Al-Ankabut:2-3)
"..Tidak ada kesusahan (atau bala bencana) yang menimpa (seseorang) melainkan dengan izin Allah; dan siapa yang beriman kepada Allah, Allah akan memimpin hatinya (untuk menerima apa yang telah berlaku itu dengan tenang dan sabar); dan (ingatlah), Allah Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu." (At-Taghaabun:11)
Cobaan yang kau alami terlalu berat ?
"..Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (Al-Baqarah:286)
Apa yang harus kau lakukan ?
"..Demi sesungguhnya! Kami akan menguji kamu dengan sedikit perasaan takut (kepada musuh) dan (dengan merasai) kelaparan, dan (dengan berlakunya) kekurangan dari harta benda dan jiwa serta hasil tanaman. Dan berilah khabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (Al- Baqarah:155)
"..Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat; dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk." (Al-Baqarah:45)
Kepada siapa seharusnya kau meminta pertolongan ?
"..Cukuplah bagiku Allah (yang menolong dan memeliharaku), tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; kepadaNya aku berserah diri, dan Dia lah yang mempunyai Arasy yang besar". (At-Taubah:129)
Jadi kau tak perlu menanyakan, oh Allah.. Why me ?
Mari renungkan sejenak..
Tidak ada manusia yang tak pernah mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya. Entah itu tua muda, kaya miskin, berpendidikan ataupun tidak, semua pasti pernah merasakannya. Seburuk-buruk manusia adalah yang tak bisa melepaskan cengkraman kegelisahan hingga akhirnya mencelakakan. Jalan satu-satunya adalah dengan hanya menggantungkan harapan kepada Sang Maha Pemberi Ketenangan. Permasalahan timbul menganak menjadi kegelisahan yang berujung pada ketidaktenangan. Aa Gym pernah mengatakan orang yang selalu sengsara adalah perbanyak mikir namun kurang dzikir. Innalillah .. Terlalu menyibukkan diri dengan keduniaan atau bahkan mencintainya terlalu dalam bisa jadi menjadi halanganmu untuk mendapat ketenangan. "Allah akan mengingat kamu bilamana kamu mengingat-Nya". Seolah tidak yakin kepada Allah dan menyakini Allah lah pemilik segalanya. Sehingga masalahmu tak sepenuhnya kau serahkan kepada Allah. Bahwasanya setiap yang Allah rencanakan tidak ada yang sia-sia dan memiliki maksud tujuan.
Mengapa kau diuji ?
"..Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman," sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji org2 yg sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui org2 yg benar dan sesungguhnya Dia mengetahui org2 yg dusta." (Al-Ankabut:2-3)
"..Tidak ada kesusahan (atau bala bencana) yang menimpa (seseorang) melainkan dengan izin Allah; dan siapa yang beriman kepada Allah, Allah akan memimpin hatinya (untuk menerima apa yang telah berlaku itu dengan tenang dan sabar); dan (ingatlah), Allah Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu." (At-Taghaabun:11)
Cobaan yang kau alami terlalu berat ?
"..Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (Al-Baqarah:286)
Apa yang harus kau lakukan ?
"..Demi sesungguhnya! Kami akan menguji kamu dengan sedikit perasaan takut (kepada musuh) dan (dengan merasai) kelaparan, dan (dengan berlakunya) kekurangan dari harta benda dan jiwa serta hasil tanaman. Dan berilah khabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (Al- Baqarah:155)
"..Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat; dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk." (Al-Baqarah:45)
Kepada siapa seharusnya kau meminta pertolongan ?
"..Cukuplah bagiku Allah (yang menolong dan memeliharaku), tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; kepadaNya aku berserah diri, dan Dia lah yang mempunyai Arasy yang besar". (At-Taubah:129)
Jadi kau tak perlu menanyakan, oh Allah.. Why me ?




