Pages

Thursday, January 2, 2014

Men's October





"Jadi kita mau menonton apa ? Endensor atau kayanya The Hobbit lumayan juga tuh ?".
 "Loh, tadikan rencana mau nonton Endensor. Kamu gimana sih, terserah kamu deh. Aku kurang begitu paham tentang film bagus, kamu saja yang memutuskan".
"Aku juga bingung, apa tidak sebaiknya kita nonton Tenggelamnya Kapal Vanderwick ?".
"Okta..Kamu bikin aku bingung nih. Apa kita nonton Dhoom 3 saja ?".
"Yasudah mba, Endensor saja. Eh tapi nonton yang jam berapa ya Feb ?".
"Terserah kamu, aku ngikut aja. Kita di kursi yang mana nih ?".
"Kursi shaf kedua dari belakang aja".


 "Kamu sendiri di rumah ? Sudah makan malam ?".
"Iya. Aku belum makan".
"Mama belum sampe rumah ya ?"
"Belum, sebentar lagi mungkin".
"Oya, kamu ngapain aja seharian tadi ?".
"Ngampus, terus konsul lalu ke mini market terus pulang deh. Oya kamu lagi apa?".
"Aku lagi santai sambil liat acara di tivi".
"Ooh..".


"Kamu mau pesan apa ? ".
"Yang diskon hari ini apa ? Itu aja deh plus dibungkus 1, tadi mama nitip".
"Oke super besar 2 dibungkus 1 dan yang makan di tempat dua buah".
"Selamat makan Febi".
"Iya. Oya, kamu ngerasa ga tadi itu bayarnya kemahalan ?".
"Engga sih, kenapa memang ?".
"Sini, aku liat struknya. Tuh kan, kita salah pesan. Mbanya ngasih kita paket yang ga diskon, pantesan mahal banget".
"Oya ? Yasudahlah..".
"Tau gitu kita mesannya yakiniku aja, toh harganya hampir sama".
"Sudah Febi... Lahap saja rezeki yang ada di depan kita"


"Selamat sore".

"Sore juga".
"Feb Feb. Aku boleh nanya sesuatu ?".
"Hem..Boleh saja. Kenapa ya ?".
"Hem.. Kamu ko cantik ?".
"Sudah ketiga kalinya kamu menanyakannya Okta -_-". 


Aku tak sengaja meletakkan percakapan-percakapan itu di memori otakku. Susahnya mengambil keputusan. Kepo yang bagi kebanyakan adalah berlebihan. Sisi santai dan romantis juga kadang terpancarkan. Sungguh, mempenakannya jauh lebih baik dari sekedar ingatan. Terlebih pada sesuatu yang membahagiakan.

 
 

0 komentar: