Pages

Sunday, December 29, 2013

Oh Allah, Why Me ?

Apa kau pernah merasakan masa dimana dirimu sendiri pun tak bisa membantumu bangkit dari keterpurukan kehidupan ? Merasa hanya kamu lah mahluk bumi satu-satunya yang paling tidak bahagia saat itu. Seolah arah manapun jalan kebaikan yang sudah dibukakan tak mampu kau pilih hanya agar kau terlepas dengan penatnya kehidupan. Menganggap hanya orang-orang sepertimu yang selalu merasakan masa-masa kelam. Masa dimana permasalahan adalah satu-satunya hal yang sibuk kau hilangkan.

Mari renungkan sejenak..

Tidak ada manusia yang tak pernah mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya. Entah itu tua  muda, kaya miskin, berpendidikan ataupun tidak, semua pasti pernah merasakannya. Seburuk-buruk manusia adalah yang tak bisa melepaskan cengkraman kegelisahan hingga akhirnya mencelakakan. Jalan satu-satunya adalah dengan hanya menggantungkan harapan kepada Sang Maha Pemberi Ketenangan. Permasalahan timbul menganak menjadi kegelisahan yang berujung pada ketidaktenangan. Aa Gym pernah mengatakan orang yang selalu sengsara adalah perbanyak mikir namun kurang dzikir. Innalillah .. Terlalu menyibukkan diri dengan keduniaan atau bahkan mencintainya terlalu dalam bisa jadi menjadi halanganmu untuk mendapat ketenangan. "Allah akan mengingat kamu bilamana kamu mengingat-Nya". Seolah tidak yakin kepada Allah dan menyakini Allah lah pemilik segalanya. Sehingga masalahmu tak sepenuhnya kau serahkan kepada Allah. Bahwasanya setiap yang Allah rencanakan tidak ada yang sia-sia dan memiliki maksud tujuan.

Mengapa kau diuji ?

"..Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman," sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji org2 yg sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui org2 yg benar dan sesungguhnya Dia mengetahui org2 yg dusta." (Al-Ankabut:2-3)

"..Tidak ada kesusahan (atau bala bencana) yang menimpa (seseorang) melainkan dengan izin Allah; dan siapa yang beriman kepada Allah, Allah akan memimpin hatinya (untuk menerima apa yang telah berlaku itu dengan tenang dan sabar); dan (ingatlah), Allah Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu." (At-Taghaabun:11)

Cobaan yang kau alami terlalu berat ?

"..Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (Al-Baqarah:286)

Apa yang harus kau lakukan ?

"..Demi sesungguhnya! Kami akan menguji kamu dengan sedikit perasaan takut (kepada musuh) dan (dengan merasai) kelaparan, dan (dengan berlakunya) kekurangan dari harta benda dan jiwa serta hasil tanaman. Dan berilah khabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (Al- Baqarah:155)

"..Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat; dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk." (Al-Baqarah:45)

Kepada siapa seharusnya kau meminta pertolongan ?

"..Cukuplah bagiku Allah (yang menolong dan memeliharaku), tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; kepadaNya aku berserah diri, dan Dia lah yang mempunyai Arasy yang besar". (At-Taubah:129)


 Jadi kau tak perlu menanyakan, oh Allah.. Why me ?

Read more...

Saturday, December 28, 2013

Happy mother day

Read more...

Saturday, December 21, 2013

Apa kau pernah tahu ? Ia itu ibuku ..

Apa kau pernah dimarahi habis-habisan karena sakit tifusmu kambuh, namun ketika watunya makan dengan perlahan dia menyuapimu penuh kesabaran ?

Apa kau pernah merasa sangat teramat nyaman saat kau terjatuh dari sepedamu dan kau menangis kesakitan, tapi dengan peluk dan cium hangatnya rasa sakitmu mulai menghilang ?
Pernah merasakan lembutnya belaian meski kerutannya menghias tangan ?

Apa kau pernah melihat ia tidak membelikanmu baju lebaran tiap tahunnya, padahal baju lebarannya tak pernah diganti hampir 5 tahun lamanya ? Ia selalu membelikanmu ..

Kau pasti tidak pernah melihat ia menangis di depanmu, namun seketika waktu air matanya jatuh mengalahkan hujan saat ayahmu telah dipanggil Tuhan ?  Pernah demikian ?

Apa kau pernah melihat ia yang sepulang kerja harusnya merebahkan diri mengistirahatkan badan, namun tetap melakukan pekerjaan saat malam sudah semakin panjang ?

Apa kau pernah selalu ditelpon tiap hari bahkan mengalahkan pacarmu menghubungi hanya untuk mengetahui kabarmu hari ini ?

Apa kau pernah melihat ia sehari saja tak pernah melakukan perkerjaan layaknya kamu saat akhir pekan ? Tidak Bukan ?

Apa kau pernah melihatnya tidur sedangkan kau belum pulang kerumah padahal jam sudah menunjukkan tengah malam ? Ia selalu menunggumu ..

Apa kau pernah melihat ia melakukan pekerjaan yang tak seharusnya ia lakukan ?
Pernah melihatnya naik pohon, menebang ranting hanya agar pohon mangga di rumah tak menghalangi jalanan ?
Pernah melihatnya memperbaiki bola lampu yang mati hanya agar kau tak kegelapan di saat malam menjelang ?
Pernah melihatnya tiap hari bolak-balik bengkel hanya agar mobil di rumah bisa dipakai untuk mengantarmu sekolah saat musim hujan ?
Pernah melihatnya memperbaiki pipa pembuangan, hanya agar mencuci piring jadi lebih gampang ?

Apa kau pernah dilantunkan doa-doa kebaikan kepada hal-hal kecil yang bahkan kau sendiri tak pernah berdoa demikian ? Bahkan mendoakan dirinya saja jarang ia lakukan. 

Apa kau pernah dibawakan makanan sepulang dia bekerja, padahal perutnya sendiri belum diisi namun ia lebih memilihmu menghabiskannya ? "Makan saja nak, ibu sudah mencicipinya tadi".

Apa kau pernah menyimpan rahasia sedemikian rapatnya, namun tetap saja ia selalu mengetahuinya padahal engkau tak pernah sekalipun menceritakannya ?

Apa kau pernah merasa sesedih ini, saat sadar rambut hitamnya kini sudah mulai memudar ? Pernah baru menyadari sudah berpuluh tahun ia menyayangimu, sesetia itu  dia ada di hidupmu ?

Apa kau pernah tahu ? Ia itu ibuku ..

Ibu yang tak pernah kalah dengan lelah, tak pernah berkeluh kesah, namun tetap akan selalu tabah oleh segala resah. Ibu yang selalu menguatkanku walau dirinya sendiri sedang lemah. Ibu yang selalu menghidupiku walau dirinya sendiri lelah. Ibu yang selalu menyayangiku walau anaknya telah banyak berubah.  Ibu yang mampu melihat kebelakang tanpa harus menoleh, namun selalu tahu apa yang terjadi denganku meskipun aku dikejauhan. Ibu yang selalu jadi orang terdepan melindungiku bahkan disaat aku berbuat salah.

Ada dua hal yang sangat ajaib dimiliki ibu, yaitu senyum dan air mata. Sebab, aku sendiri anaknya bahkan tidak pernah bisa menebak kapan ia harus menggunakan salah satu dari dua hal itu. Bahkan disaat yang bersamaan pun, aku tak tahu kapan ia menggunakannya.



"Mothers hold their children's hands for a short while, but their hearts forever. - Ibu memang memeluk anak-anak mereka hanya sebentar, tetapi hati mereka (ibu) memeluk anak-anak mereka selamanya." - unknown


Happy Mothers Day to Mama \o/



 
Read more...

Saturday, December 14, 2013

Biarkan saja seperti apa adanya


Read more...

Tuesday, December 10, 2013

Zahra dan Eropa

"Ibu, apa aku boleh pergi ke Eropa ?", gadis manis itu bertanya sambil bersandar di bahu Ibunya. "Sebutkan hal apa yang membuatmu ragu pergi kesana ?", jawab Ibunya dengan senyum dan pelukan menenangkan. "Ibu yang membuatku ragu meneruskan mimpiku", jawabnya polos. Ibunya hanya tercengang tak memberi jawaban. Gadis berambut hitam panjang itu meneruskan, "Ibu adalah satu-satunya harta berhargaku, dan aku tak mau meninggalkannya. Tapi aku sangat yakin kalau Ibu pasti tak mau aku ajak kesana, Ibu pasti lebih mementingkan warung Ronde dibanding ikut denganku nanti. Ibunya hanya tertawa sambil mempererat pelukannya. "Nak, Ibu bangga kau masih setia dengan mimpimu untuk pergi ke Eropa. Ibu pun tak kalah bangga denganmu yang tetap bersekolah meski Ibumu hanya penjual Ronde", mata wanita tua itu menggenang namun belum tumpah. 
 
"Zahra, cukup sudah kamu membantu Ibu. Sebaiknya kamu pulang, bersihkan badanmu dan beristirahatlah ! Besok adalah hari kelulusanmu, tak seharusnya selarut ini kamu masih menemani Ibu", pinta Ibunya sambil menahan Zahra untuk melanjutkan mencuci mangkuk-mangkuk Ronde. "Baiklah Bu, aku pulang. Ibu juga sebaiknya menutup warunga lebih cepat karena aku ga mau liat Ibu mengantuk saat menghadiri pesta kelulusan SMA ku besok pagi. Dielusnya kepala gadis kesayangannya itu, "Tentu Noura Zahratusitha", si Ibu tersenyum.

Cahaya lampu yang tak terlalu terang menjadi penunjuk jalan pulang di kesunyian. Zahra, gadis manis dengan rambut hitam legamnya berjalan tanpa gelisah menuju rumahnya. Jalanan ini sudah ia lalui tujuh belas tahun lamanya, dan tak banyak yang berubah. Jalanan sempit menuju perkampungan rumahnya hanya memiliki lebar setengah meter. Hanya rerumputan dan dinding-dinding bangunan besar yang menjadi pertanda jalan di situ. Entahlah, malam kali ini tak lebih sepi dari gegalutan Zahra. Dalam perjalanan panjangnya menapaki jalanan, sesenggukan ia menahan air mata. Ini kali ketiga ia menangis. Menangis di malam penuh seringai sepi di jalanan ini, sesudah ia pulang membantu Ibunya di warung Ronde di sudut jalan besar dan dengan masalah yang sama. Tangis pertamanya karena ia pesimis bisa melanjutkan sekolah ke SMP, tangis kedua begitu juga dan tangis ketiga ini sama halnya dengan sebelumnya. Selama 12 tahun bersekolah, ia selalu mengandalkan beasiswa yang ia peroleh karena prestasinya. Kali ini ia agak pesimis, karena untuk biaya kuliah ia sadar betul bukan perkara gampang ia dan Ibunya usahakan. Disatu sisi, ia ingin sekali meneruskan mimpinya menjadi sarjana Kimia profesional. Namun, disisi kemanusiaannya ia seakan tak tega bila terus-menerus menggantungkan hidupnya dengan beasiswa dan kepada Ibunya terutama. Ia sadar, rambut Ibunya sudah memutih dengan tubuh yang tak sekuat sepuluh tahun sebelumnya. Itulah alasan air mata tak kuasa berhenti jatuh di pipinya. 

"Muhammad Hasmy sebagai peringkat ketiga, Noura Zahratusitha sebagai peringkat kedua dan untuk peringkat pertama jatuh pada Mira Sekar Ayu", dengan lantang mc acara membacakannya. Seluruh siswa pun bertepuk tangan riuh sebagai ucapan selamat kepada ketiga temannya yang menduduki peringkat teratas UAN di sekolahnya. Disudut kursi orang tua siswa, terlihat sosok perempuan tua dengan pakaian sederhana dituntun untuk menaiki podium panggung mendampingi Zahra menerima penghargaan bersama ketiga temannya. "Zahra, terimakasih sudah menjadi anak Ibu yang baik sampai saat ini", ucap Ibunya sambil mencium pipi Zahra. Sembari menuruni podium, mata Zahra sembab. Haru biru tak terasa sudah ia lalui hingga saat ini, dan Ibunya senantiasa tak pernah absen menemani. 

"Ibu, aku masih ingin bersekolah bu. Aku ingin seperti yang lain yang sibuk memikirkan dimana nantinya ia kuliah, jurusan apa yang akan diambil. Ibu aku iri...," Zahra menangis dipelukan Ibunya. Saat itu, sudah hampir satu bulan berlalu semenjak kelulusan dan ia hanya membantu Ibu menyiapkan dagangan ronde menjelang senja nanti. "Sabar nak, kau ingat pesan Ayahmu dulu. Hai masalah besar, aku mempunyai Tuhan yang Maha Besar", menyemangati anaknya. "Redakan kegundahanmu, kurangi keluhanmu. Zahra yang Ibu kenal selalu penuh semangat dan gigih berusaha atas apa yang ia kehendaki. Berdoalah nak, semoga apa yang kau kehendaki selaras dengan garis hidupmu", nasihat Ibunya menenangkan.  Mereka pun berjalan sambil mendorong gerobak menuju sudut jalan besar membuka warung Ronde dagangan Ibunya.

"Zahra ! Apa kau bisa cepat sedikit jalannya", keluh temannya. "Apa kau bisa pelan sedikit jalannya ?", balas Zahra. Keduanya hanya tertawa dan bergegas menuju ruang keberangkatan Internasional Soekarno-Hatta. Mira dan Zahra, dua gadis ceria itu sebentar lagi akan meninggalkan Indonesia. Yaa.. Jerman adalah negari keduanya nanti. Ayah Mira yang seorang dosen ternama di kotanya merekomendasikan Zahra untuk mendapatkan beasiswa ke Jerman atas prestasinya.  Di pesawat, Zahra mencium foto Ibunya sembari berujar dalam hati, "Jaga kesehatan Ibu, kau harus tetap sehat saat aku pulang nanti". Kini, keduanya akhirnya sama-sama akan pergi ke Eropa meraih mimpinya.
 
Read more...

Wednesday, November 20, 2013

Oh Allah, fix my heart

Jadi begini, menyoal cinta tiada yang sangka tak semanis jumpa. 
Menyoal cinta, rindu pun mana  tak pernah tak hadir membawa riuh gemuruhnya.

Entahlah, akhir-akhir ini teman seperjuangan kuliah lagi banyak yang perih di gores pengkhianatan. Hanya orang-orang terpilih yang tetap kuat bertahan. Hampir semua tumbang diserang pengkhianatan. Tak terkecuali aku~ *naikin dagu* *bangga*. Ada yang menyerah dengan kesabaran dalam ketidakpastian, ada yang tumbang diterpa ketidakpedulian, dan yang paling memprihatinkan ada yang kalah diserang pengkhianatan. 

Ahh sudahlah~ menyoal cinta memang perkara menyebalkan bukan ? Ini terucap dari korban kecil dari ketidakadilan cinta yang dipersoalkan. Sebenarnya aku sedang tidak menyudutkan cinta yang pada hakikatnya suci dan membahagiakan. Hanya saja, kali ini aku hanya mampu mencipta sudut pandang dari orang-orang yang terabaikan. Oleh cinta.. Dari ketidakpastian, ketidakpedulian, dan pengkhianatan. 

Perihal perasaan siapa yang sanggup menolak untuk dibahagiakan ? Hanya saja, aku merasa kesabaran dalam penantian belum sepenuhnya mampu kita piarakan. Kamu selalu saja sesumbar kesana-kemari mengucap sabar sudah kau dewasakan, penantian sudah siap kau hadang. Tapi ? Ketika waktu, dan ketiadaan temu yang belum menjanjikan bertubi hadir tanpa bisa kau elakkan. Pada akhirnya kalah adalah satu-satunya jalan bukan ? Manusia memang paling hobi untuk tak rela disalahkan.

Ketidakpastian justru akan terus menghadangmu. Bila mana makna cinta terlalu serius kau telan bulat-bulat dalam mesin pengatur kebahagiaan versi kamu. Cinta banyak mengandung anak, melahirkan definisi yang begitu banyak. Kau tak mungkin mampu memahami semuanya bukan ? Pada akhirnya ketidakpedulian akan menyambutmu kelak, hingga waktu muak. Wajar bilamana pengkhianatan jadi akhir cerita yang kau dapat nantinya. 

Perihal rindu, pada akhirnya harus kau piara agar tak menyeruak. Cinta cukup kau jaga dengan ketabahan jiwa. Karena cinta tak pernah mengajarkan duka sebagai pelengkap bahagia. Sebagaimana darwis-tere liye katakan, bahwa kebersamaan adalah bagi yang benar-benar kenal akan sabar. 

Karena cinta kepada mahluk adalah perkara sia-sia bila mencintai-Nya saja belum sepenuhnya kau perlihatkan. Karena meyakini bahwa Allah lah yang memegangi setiap hati manusia adalah kebenaran. Karena mengingkari-Nya adalah sebuah pengkhianatan, wajar bilamana kau selalu ditinggalkan. Sungguh benar yang Aagym katakan, bila sepenuhnya cinta tak kepada yang hakiki. Sungguh wajar dia akan menguasai, mendominasi, mencuri pikiran dan hati. 

Menyoal cinta, aku belum khatam olehnya..


Salam kebahagiaan, kawan \o/
Mari menumbuh suburkan kesabaran (9`.`)9

Dari perempuan yang belum khatam oleh cinta yang menyucikan ^^
Read more...

Saturday, October 19, 2013

Mari Memberi Kenangan dengan Apik

Hai .. Selamat malam (nulisnya malam).

Malam-malam begini emang paling enak buat nulis. Catet ! nulis (non skripsi) ya. Akhir-akhir ini males banget nyentuh jurnal nambahin referensi proposal dan konsul sama pembimbing. Kebayang ga sih, pas lagi mood baik datang buat baca jurnal eh malah ketiduran -______-". Terus pas pengen download bahan tulisan, eh kaga sengaja tuh kebuka situs lain. ethamawarni-harahap.blogspot misalnya, nulis yang laeen deh akhirnya. Lah skripsi malah dianggurin. Kaya yang sekarang ini nihh.

Oh iya aku ingin berkisah, 
Jadi begini.. 
 
Niatku di minggu malam kali ini hanya bersantai dengan kamar. Hanya itu.. dan seketika berubah arah ketika mama menelpon minta nemenin ke sekolah adek karena ada acara murid dan orang tua disana. Kalau kau jadi aku, apa kau juga menggerutu sepertiku ? Aku mengiyakan ajakan mama dengan nada menolak. Huffftfh.. Satu desahan keluhan aku bunyikan. Karena masih ada waktu satu jam sebelum menjemput mama di kantor, aku lebih memilih online. Salah satu blog favoritku tak pernah absen aku kunjungi, mas-aih.blogspot.com namanya. Aku sedang mengacak tulisan luar biasanya dan "Kehilanga atas Kehilangan" menjadi pemula kunjunganku. Kau tahu apa yang paling membuatku tersentak dari tulisan itu ? Begini..

"Ya, kehilangan terbesar adalah kehilangan perasaan kehilangan."
"Hhm.."
"Ketidakpedulianmu terhadap perasaan kehilangan adalah kehilangan terbesarmu."
"Maksudmu, kehilangan atas kehilangan?"
"Tepat. Betapa banyak dari kita yang begitu acuh atas kebersamaan. Menafikan setiap detak detik waktu yang telah dilalui. Tak menyadari bahwa setiap langkah yang telah dilewati begitu banyak menciptakan kenangan. Lalu tanpa bisa menahan, semua kenangan tersebut perlahan menghilang tanpa sempat mengucap salam perpisahan. Bukankah hari esok selalu lebih dekat dibanding detik waktu yang telah lalu? Maka ketidakpedulian pada perasaan kehilangan itulah kehilangan terbesar."
"Lalu harus bagaimana?"
"Mudah saja. Ciptakan kenangan terbaik selama hidup. Antusias dalam setiap kebersamaan. Mensyukuri apa yang dilalui sebagai sebuah mozaik kehidupan yang perlu dimuliakan. Lalu menyadari, bahwa dalam setiap kenangan yang terlewat di masa silam adalah pembelajaran yang membuatmu bisa seperti sekarang. Menjaga kenangan sebagaimana rasa senang dalam menikmati dendang irama nostalgia. Maka dengan demikian, kau akan selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap dentang usia.
 
Entahlah, aku jadi ingat mamaku. Betapa jarang sekali moment berdua dengan mama aku ciptakan. Apa jangan-jangan perasaan kehilangan sudah mulai lari perlahan dari diriku ? Aku jadi menyesal telah menyuarakan sedikit penolakan dari permintaan ringan mamaku. Hanya ingin aku menemaninya saja padahal. Aku seolah belum berpengalaman soal kehilangan. Bersama ayahku saja, momen kebersamaan masih sangat kurang aku rasakan, dan beliau sudah pergi meninggalkan. "Apa kau mau mengulang demikian ?" , suara hatiku membisik tajam.
 
Apa kau tahu ? Tuhan punya berbagai cara bijak untuk menyayangi umatnya. Termasuk yang terjadi padaku sekarang. 
 
Baiklah, sudah hampir jam 10 malam. Aku harus menjemput orang tua tunggalku dulu. Selamat menikmati kebersamaan sebelum hilang merebutnya pergi, kawan ! 
 
Mari memberi kenangan dengan apik (9'.')9

Read more...

Wednesday, October 9, 2013

Kepadamu Kawan..

Perihal gigilnya kehilangan, sudahi saja. Dekap ia dengan hangatnya keikhlasan.

Kepadamu kawan..
Aku tau hilang sulit kau lawan.
Aku juga demikian saat kehilangan.
Kesunyian meremah, merasuk selaksa sepi.
Sepi yang paling kubenci, namun masih saja aku kawani.

Aku tak bermaksud menggurui.
Hanya saja, melihat banjir di matamu..
Aku juga tertular sepi..
Bergerimis meratapi..
Sepi paling sendiri.

Oh iya, sepi pernah mengatakan kepadaku perihal kehilangan.
Sewaktu-waktu yang tak bisa kau prediksi.
Kehilangan adalah perampok kejam yang merampas kebahagian.
Baru kutahu, sepi telah membohongi.

Tangisan dan kerinduan tak apa kau perlihatkan.
Aku juga demikian.
Tentang luka saat ditinggalkan..
Perihal kenangan yang sulit dihapuskan..

Kepadamu kawan..
Aku hanya ingin memberitahukan.
Kehilangan sebenarnya mengajarkan kedewasaan.
Tentang kepemilikan dalam ketidakabadian.
Tentang kenangan dalam keikhlasan.

Kepadamu kehilangan..
Dewasakan yang ditinggalkan dengan kelapangan.
Bahwa yang hilang, tetap akan abadi.
Tentang apa yang dimiliki, semua tidak abadi.

Kepadamu yang meninggalkan..
Aku hanya bisa mendoakan..

"Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami yang menghancurkan penjagaan, dosa-dosa  yang menurunkan siksaan, dosa-dosa kami yang mengubah kenikmatan, dosa-dosa kami yang menahan permohonan, dosa-dosa kami yang mendatangkan cobaan dan dosa-dosa kami yang memutuskan harapan"

Kepadamu kawan..

Tribute to Sahabatku yang dirundung kehilangan



      
Read more...

Tuesday, October 8, 2013

Pertanyaan singkat


Aku sedang asyik berkirim instant message ke teman lamaku. Banyak hal yang kami saling tanyakan, dan hal yang membuatku terbata membalas pesannya adalah saat dimana dia tiba-tiba bertanya, "Kalau boleh tau, mau kamu didik jadi apa anakmu kelak tha ?". Entahlah..untuk pertanyaan satu ini sepertinya tak selancar pertanyaan-pertanyaan sebelumnya, aku bisa menjawabnya. Hanya saja, yang ada di pikiranku adalah mempunyai anak yang lebih baik akhlaknya dari aku sendiri. Itu saja..


Padahal semestinya sedari sekarang kita harus sudah memikirkannya, bahwa kelak kapanpun nanti dengan seizinnya kau akan mempunyai keturunan. Mau itu baik ataupun jelek (naudzubillah) akhlaknya, yang berperan besar selain kehendak-Nya adalah titahmu dalam mengupayakan kebaikan. Untuk dirimu terutama, yang insya Allah akan berpengaruh besar terhadap keturunanmu kelak. Pernah dengar pepatah "Buah jatuh tak akan jauh dari pohonnya" kan ? Agaknya aku sudah mulai paham makna peribahasa yang guru SD ku perkenalkan. 
Ayahku pernah berucap, anak yang nakal siapapun pasti akan bertanya siapa dan bagaimana orangtuanya. Begitu juga dengan anak yang baik, semua pasti akan bertanya siapa dan bagaimana sang orangtua mendidik dan menjaganya. Walaupun masih banyak anak yang berakhlak baik sedang memiliki backround orang tua yang berkebalikan. Maka jagalah selalu kehormatanmu, bukan untuk siapa-siapa. Hanya untuk dirimu..
Jadi, aku bertekad. Sesampai manapun aku menempuh pendidikan formalku. Sebagai perempuan, aku akan terus tetap belajar dan mendahaga akan ilmu. Oki Setiana Dewi dalam bukunya "Cahaya di Atas Cahaya" mengatakan al-umm hiya al-madrasatu al-ula. Bahwasanya ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Ibu sebagai sekolah pertamanya, dan Ibu adalah pemberi ilmu pertama bagi anak-anaknya. Aku selalu mematrikan ini dibenak rencana masa depanku. Seburuk apapun masa lalukku, sejelek apapun akhlakku dulu. Entahlah.. aku tetap harus jadi pengenal kebaikan pertama bagi anak-anakku. Menurutku tak ada kata terlambat untuk terus memperbaiki diri. 
Kau ingin mempunyai keturunan yang rajin mengaji ? Lakukan sedari dini.  
Kau ingin agar anakmu tak berkata menyakiti ? Lembuti tiap tutur katamu sedari dini.
Kau ingin anakmu sukses dikemudian hari ? Tanamkan kejujuran dan keteguhan diri mulai dari dirimu sendiri.

Semoga kita dikaruniakan anak-anak penggiring surga bagi kefasikan kita yang tak kuasa terpatri. Anak-anak dengan kejujuran yang senantiasa tertanam di sanubari. Sebagai penuntun kedamaian abadi yang mengalir sungai-sungai dibawahnya. 
..dari pertanyaan singkat yang ternyata sangat berarti..
Read more...

Thursday, October 3, 2013

Katamu..

Berbesar sabar, sulit aku lakukan bila masih ada sesumbar ketidakpedulian. Katamu, ketidakpedulian adalah kejahatan tanpa perbuatan. Maka aku simpulkan, acuhmu adalah genderang ketakutan yang bergerilya datang menancap perih di selaksa harap kebaikan.
Padaku..
Read more...

Tuesday, October 1, 2013

Semoga Masih Kamu

Perihal sabar, aku menyandingkan dengan doa-doa kebaikan disetiap semoga yang aku lirihkan.
Masih kamu, bagian dari deret terkasih yang tak jemu aku lembutkan disetiap semogaku.
Masih aku, pelaku kebahagiaan dan kesedihan.
Hanya aku dan Tuhan penyembuh luka dengan bait-bait keikhlasan dan kelapangan.
Semoga masih kamu, pelengkap kebahagiaan yang aku elu-elukan.



>> Etha


Read more...

Monday, September 30, 2013

Yaudah engga lagi

Read more...

Haruskah ?

Read more...

Wednesday, September 25, 2013

To Make You Feel My Love

Read more...

To Make You Feel My Love


"Guys, gue ngasih apa ya buat ultah cowo gue nanti ? Seminggu lagi nih, gue bingung ngasih apa"., ucap temen gue resah. "Kasih baju aja", kata temen gue yang lain. "Eh jangan sob, udah biasa. Kasih kado kue ultah aja udah cukup, yang penting lo ingat aja dia udah seneng kali", satu lagi temen gue sok bijak ngasih saran.

Gue jadi mikir aja nih, cewek emang gitu kali ya, suka bingung sendiri. Dia pengen selalu kasih yang terbaik buat pasangannya. Otomatis kan nilai + sebagai cewek jadi nambah. Itu opini gue sih. Namanya juga cewek, sesederhananya dia pasti punya sisi ribet juga. Lo pasti setuju :)) ? Kalo ga setuju lo belum jadi cewek sempurna girls ..

Gue mau ngasih bukti nih, dulu ada cewek cakep yang kebingungan ngasih kado buat ultah cowonya. Kelimpungan dan kebingungannya, tu cewek akhirnya ngasih blackforest asli bikinan sendiri. Bikin sendiri loh, padahal masak air aja masih gemeteran. Dia kasih deh tu blackforest ke cowonya. Lo tau ga tu cowo bilang apa ? "Kuenya, saking enaknya kalo dilempar ke pesawat yang lagi terbang bakalah jatoh loh sayang", komentar si cowok. Dafuq ga tuh ?!! Oh iya tu cewe yang gue ceritain ya gue sendiri :))

Trus gue juga punya cerita, tentang temen LDR-an yang lagi bingung ngasih surprise ulang tahun pacarnya. Saking cintenye ye, dia beli kue buat pacarnya trus dia tiup lilin sendiri deh tapi direkam kok sob. Gile aje kan :)) Saking cintenyee.. Oiya kalo yang ini gue ngarang :))

Lo pasti udah bisa nyimpulin (bukan pramuka yey) kalo sebagian besar cewek kalo udah fallin in love dan udah sayang banget sama seseorang pasti akan siap melakukan apapun buat yang dicintainya. ((CINTA)). Lebih tepatnya sih wanita adalah sosok yang paling rentan dikibulin apalagi sama perasaan. Iye kaga ?

Mba adelle aja juga bilang gitu ko di "To Make You Feel My Love"
Lirik yang paling gue suka nih
>> I’d go hungry; I’d go black and blue, 
    I’d go crawling down the avenue. 
   No, there’s nothing that I wouldn’t do 
   To make you feel my love. 
 
Terinspirasi karena habis dengerin cover "To Make You Feel My Love"  dari akun soundcloudnya @niken_sitompul
Read more...

Tuesday, September 24, 2013

Kali Ini Kau Harus Aku Dewasakan !

Saat petikan merdu beterbangan ditemani aroma coffe hitam pelekat rindu yang mengikat tajam. Kekosongan sedang berkenalan dengan malam. Saling sapa, melempar tatapan dan senyum keramahan. Ah sudahlah.. toh pada akhirnya sepi yang berkuasa.

Rindu..begitu setiap orang melantunkan. Agaknya rindu kali ini sedang tak seirama dengan pengharapan. Bising dan memekakkan namun dalam kelirihan.

Di sudut kursi perak sendirian ditemani meja yang senada dihiaskan kepekatan coffee hitam.  Di situlah aku mencoba berkawan, dengan malam..dengan kepekatan coffee hitam.

Aku baru saja pura-pura acuh tak mendengarkan. Sulit ! Namun rindu kali kesekian kali ini harus aku dewasakan. Dia terlalu sering merengek pelan untuk dimanjakan.

Oh iya, ini yang terakhir

Kau kenal dengan cinta ? Sudah berapa banyak definisi cinta yang kau perdengarkan ?  Kali ini definisi cinta yang aku kalimatkan adalah tentang kedewasaan. Aku ulangi.. Cinta yang memuliakan kedewasaan.


Selamat melakukan ! 
:))


Read more...

Monday, September 23, 2013

Pernahkah kamu ?

Read more...

Thursday, September 19, 2013

Mau Bermanfaat ? Yuk menuntut ilmu

“Apa Masalahmu ? Tidak ada larangan untuk hal ini. Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liat lahat ! itu yang dikatakan Rasulullah”.
Itu tadi adalah sepenggal pembelaan temanku yang tidak terima karena aku memprotes dia belajar kembali untuk test EPT kampus. Padahal dia sudah lulus, sehingga aku merasa dia tak perlu melalukannya lagi. Emm.. bukan, mungkin lebih tepatnya aku tersinggung karena aku yang belum lulus EPT, harusnya belajar seperti dia. 
Seuntai pesan dari percakapan aku dan temanku yang dapat kita petik  adalah tentang ilmu, atau istilah kerennya “long life education”. Percakapan pagi itu agaknya masih bergelayutan di pikiranku, menyentil otak dan hatiku untuk sekedar mengingatkan bahwa “utlubul ‘ilmi minal mahdi ilal lahdi” atau tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat. Kamu tidak akan merasa cukup dengan ilmu, karna ilmu tidak ada batas dan tidak habisnya. Aku jadi ingat perkataan ayah bahwa setinggi apapun kamu menuntut ilmu kamu tidak akan pernah bisa menamatkannya, Karena ilmu sebenarnya itu berkelanjutan. Islam jelas sangat menghargai ilmu pengetahuan.
Ilmu tidak melulu monotan hanya pada akademika SD, SMP, sampe jenjang perkuliahan. Ilmu memiliki cakupan yang luas. Kalau kita pandai mengolah akal pikiran, ilmu bisa didapat dimanapun, kapanpun, dan dari siapapun disamping tidak mengacuhkan pendidikan yang sudah dianjurkan (SD, SMP, SMA, sarjana/sederajat).  Apalagi kita terapkan dalam keseharian kehidupan, bukan hanya pada pribadi semata namun juga diri pribadi lainnya. Bukankah sebaik-baik ilmu adalah yang bermanfaat ..
Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu ditetapkan hati pada ilmu dan iman.
Semangat menuntut ilmu kawan  ;))
Read more...

Tuesday, September 10, 2013

Kamu Bahagia Membahagiakan

Saat kita berada pada satu garis..
Kau tersenyum
Aku tertawa
Kita berbahagia
dan menangis adalah hal langka bagi kita..
Iya, Kita ..
Apa Kita hanya soal aku dan kamu ?
Bagiku, kita bukan perihal kata baku
Kita adalah  kamu, aku, teman-temanmu, teman-temanku, teman-teman kita, musuhmu, musuhku, dan ah.. sudahlah ! Deretan kita masih banyak di kepalaku, tepatnya di pikiranku.
Kesemuanya berkonspirasi melahirkan kita yang tak lagi terkukung oleh jauhnya jarak, lamanya sua, terhalangnya rindu, dan pendeknya kebahasaan syahdu
Kamu adalah kita yang tak melulu temu adalah bahagia..
Tak selalu rindu jadi pengikat cinta..
Aku adalah kita yang selalu bersabar bersembunyi di antara teman dan musuhmu. Menangkap senyummu, membungkus lukamu, dan menertawakan kita
Kita adalah kamu yang selalu sadar bahwa garis kita sudah ada yang lebih berhak mengaturnya.
Aku hanya ingin berkawan dengan pencipta-Mu, memperhatikanmu dari kejauhan namun sebenarnya jarak kita berdekatan. Cukup menyenangkan bukan ?
Kamu bahagia membahagiakan ..

Read more...