Pages

Tuesday, November 4, 2014

Sudah Siapkah Menikahi Penantian ?

Kala itu, di perjumpaan awal tahun Elsa sedang bersiap menuju auditorium hotel di kotanya guna menghadiri acara yudisium sarjana. Akhirnya, kini giliran Elsa sebagai mahasiswa akan disahkan bergelar sarjana bersama dengan teman-temannya yang lain. 

Ruangan auditorium sangat megah dihiasi ornamen dekorasi yang sempurna. Bersama ibu dan adik perempuannya sebagai pendamping ditambah dengan kekasih hatinya yang diakhir acara baru sempat datang menemui, mereka pun berfoto bersama sebagai kenangan indah Elsa atas gelar sarjana yang telah disandangnya. 
-------------------------------------------------------------------------------
Setibanya di rumah..


"Elsa, kapan Danar akan menyusulmu wisuda?". Ibunya antusias membuka percakapan.
"Wisuda berikutnya mungkin Bu". Jawab Elsa tegas.
"Ooooh". Sahut Ibunya dengan nada mengeluh. 
"Jadi kapan kalian akan menikah ?", Ibunya bertanya kembali.
"Ibuuuu, Elsa juga sehabis wisuda juga tak ingin buru-buru menikah Bu. Elsa aku juga ingin kerja atau bahkan melanjutkan sekolah lagi. Jadi tidak akan masalah kan kalau Danar sedikit terlambat menjadi sarjana. Ibu kan pernah bilang sama Elsa bahwa Ibu tak ingin Elsa menikah terlalu cepat tanpa perencanaan yang matang dan tidak bermodalkan cinta semata. Kami juga memikirkan itu semua Bu, Elsa juga ga menginginkan setelah pesta pernikahan, kami kebingungan tinggal dimana, makan apa dan hidup seperti apa." Elsa dengan panjang lebar berusaha menjelaskan.
"Maksud Ibu kenapa kamu ga mencari pria yang sudah bekerja atau lebih bagus lagi yang sudah memiliki pekerjaan tetap". Ibunya mengusulkan.
"Mapan maksud Ibu ?". Elsa menyimpulkan.
"Apa Ibu mau membiarkan anaknya walaupun bergelimbang harta dan hidup berkecukupan namun anaknya ga bahagia dengan pasangan yang tidak diinginkannya ?". 

"Cepat cuci mukamu Elsa, jangan biarkan make up tebal itu menambah koleksi jerawatmu". Sambil menyodorkan handuk Ibunya dengan sigap mengalihkan pembicaraan tanpa ujung tersebut. 
-------------------------------------------------------------------
Teruntuk perempuan-perempuan yang sering kali dijejali dengan pertanyaan-pertanyaan serupa. 
Bersemangatlah ! Bila sudah waktunya, dengan berbagai cara yang tak kau kira. Jodohmu akan datang dengan sendirinya.
Sudah siapkah menikahi penantian ?
Read more...

Thursday, July 31, 2014

I'm Happy, How About You ?


Assalamualaikum :)
Taqabba allahu minna waminkum ..

Selamat Idul Fitri

Di Syawal yang ke-4 ini saya hendak membagi cerita saat ke Pantai. Terakhir ke Pantai seingat saya adalah dua tahun yang lalu bareng teman KKN dan ujung-ujungnya tipus saya kambuh -_-. Oke tha kali ini niatnya nulis, bukan buat curhat ! *mantepin hati*

Sedikit berkaca dari pengalaman yang saya alami hari ini, alangkah baiknya saya akan mengingatkan kalian semua para newbie (maksudnya yang jarang ke Pantai) untuk memperhatikan ini. :)

  1. Mantapkan hati untuk tujuan berlibur anda. Jangan sampai pas udah nyampe pantai yang kamu tuju tiba-tiba ga nyampe seper sekian menit tujuan anda langsung berubah, karena ini sedikit memakan waktu
  2. Sebelum berangkat juga jangan lupa cek dompet kamu, kebawa apa engga dan yang paling penting cek isi dompet kamu  ada uangnya apa engga
  3. Ini juga penting sih, kamu jangan sampai melewatkan waktu sholat karena siapa tau kamu ketemu malaikat maut saat itu juga. Ya siapa tau aja, pas lagi asik main air eh tiba-tiba aja engga ada ombak ga ada tsunami kamu mati kelelep (padahal gara-gara engga bisa berenang) -__- oke ini serius, simple ! Karena kematian bisa datang kapan aja 
  4. Kamu dilarang ngeluh akibat bayar biaya masuk dan tarif parkir yang dua kali lipat dari biasanya. Ya wajar kali namanya juga musim liburan (kamunya aja yang jarang liburan :p) Kamu juga ga boleh ngeluh karena ga bisa bedain mana pantai mana pasar, kan udah dibilangin ini lagi musim liburan :p Pantai mana ada yang sepi
  5. Top of the top dari point-pint diatas adalah jangan sia-siakan momen liburan kamu yang walaupun dipenuhi halangan dan rintangan dari cuaca sampai masalah kemacetan juga keramaian pengunjung, untuk tetap quality time sama orang terdekat kamu yang ngajakin liburan bareng :* 
Oke, itu tadi tips yang sebenarnya adalah curhatan hati saya (teteep) untuk liburan kali ini. 
 
Selamat berlibur semuaa ~(^,^)~
 
Dari wanita yang tadi kamu ajak ke Pantai 
Terimakasih untuk waktunya :)))))))))))))))







Read more...

Friday, June 20, 2014

From The Simple Things

  • "Etha, kamu habis lulus mau kerja dimana ?"
  • "Mau kerja dimana saja asal gajinya gede".
  • "Oh kamu mau berangkatin haji mamamu ya ?"
  • "Yap, seperti yang pernah aku ceritain. Aku pengen ngebahagiain mama dulu, syukur-syukur bisa kuliahin adek sampai ia jadi dokter".
  • "Oooh, terus kamu pikir dengan begitu orang tuamu bahagia tha ? Tapi aku apresiasi niat baikmu ko".
  • "Siapa sih yang ga pengen naik haji ? Dulu sebelum ayah sakit, beliau pernah berencana umroh sama mama, tapi Allah berkehendak lain". "Pastilah mamaku senang kalo berangkat haji. Aku rela dimanapun kerja, asal pekerjaan itu baik dan jadi jalan buat aku bisa berangkatin mama haji". "Sebelum aku menikah, aku pengen mama dan adekku bahagia".
  • "Gini ya tha, kamu kalo cita-citanya ngebahagiain mama dari sekarang juga bisa ko. Yaa aku bukannya ngeraguin niat dan usaha kamu, cuman naik haji sekarang diluar dari biaya yang mahal nunggu antriannya itu loh tha, tau kan ? Kalo mau ONH juga 80 juta-an/orang kira-kira, ga mungkin dong mama sendirian aja berangkatnya, pasti harus ada temennya. Otomatis kamu perlu biayain yah minimal 2 orang tha". 
  • "Tapii kan aku..".
  • "Iya tha, tidak ada yang tak mungkin kalo Allah sudah berkehendak. Apalagi dengan niat baikmu itu". "Dari sekarang pun kamu bisa saja membahagiakan mama. Dengarkan apa yang mamamu katakan, apa yang beliau perintah lakukanlah dan jangan pernah berusaha membantahnya. Dari hal kecil itupun insya Allah niat dan usaha besarmu akan berjalan beriringan, karena ridho mama dan orang tua adalah ridho Allah juga".
Percakapan kecil dan tak sengaja demikian harus kita yakini Allah lah yang menghendaki. Melalui perbincangan kecil aku dan seorang teman membuatku acap kali terpikir bahkan sampai aku menulis tulisan ini. Cukup dengan tidak membantah orangtuamu, cukup dengan selalu melakukan apa yang diperintahkannya bahkan untuk hal-hal kecil pun (seperti minta dipijitin, disuruh belanja ke pasar atau bahkan hanya minta belikan pulsa ke warung seberang) insya Allah niat dan usaha besarmu untuk membahagiakan orangtua nantinya akan diridhoi Allah agar selalu dilancarkan dan insya Allah dikabulkan. 


َوَعَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ عُمَرَ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا-, عَنْ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ, وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ ) أَخْرَجَهُاَلتِّرْمِذِيُّ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِمُ
 “Dari Abdullah Ibnu Amar al-’Ash Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Keridloan Allah tergantung kepada keridloan orang tua dan kemurkaan Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua.” Riwayat Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan Hakim.”


Apalagi untuk memberangkatkan mamamu haji tha, harus yakin tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah SWT bila ia sudah menghendaki. Semoga bisa jadi renungan kita semua :')

Read more...

Monday, February 24, 2014

Bahwa Kehilangan

Malam ini, niatan hati mama, aa, aku untuk menjenguk Julak (panggilan kaka tertua dalam bahasa Banjar) yang sedang koma berubah menjadi duka bagi kami sekeluarga. Tak berapa lama dari kedatangan kami ke ruang ICU, beliau sudah diperbolehkan Tuhan untuk kembali pada-Nya. Tak ayal tangis pun pecah riuh tak ramah, pertanda bahwa kehilangan itu sungguh tidak mudah. “Sesungguhhnya kami milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali”. Sudah lama sekali aku memang tidak bercengkerama dengan beliau, terlebih saat kami sekeluarga sudah berhijrah ke kota Martapura. Hampir sepuluh tahun mungkin aku jarang bertemu, itupun hanya pada saat Lebaran. Mungkin itu yang membuat tangisku tidak tumpah. Mungkin belum .. Kenangan yang diciptakan Tuhan atas beliau hanya sedikit yang aku miliki, mungkin itu penyebabnya. Hanya saja, tangis tak henti dan pingsan karena tak kuat menahan goncangan oleh keluargaku yang lain tentu sangatlah mengiris batinku yang langsung melihat dan mendengarkan. Memoar masa lalu dikala aku pun demikian, kini kembali lagi untuk mengingatkan.

Bahwa kehilangan, akan selalu sebagai pelengkap kehidupan.
Sekedar mengingatkan bagi yang ditinggalkan.
Suratan takdir bagi yang meninggalkan.
Bahwa kematian…
adalah garis Tuhan sebelum engaku diciptakan.
Dengan pergi, orang akan mengerti.
Bahwa keberhargaan kesempatan dalam kebersamaan
adalah satu-satunya buah tangan manis bagi kami yang ditinggalkan.

Siapapun yang sedang dirundung kehilangan, selimuti tangismu dengan doa dan harapan. Semoga pemahaman-pemahaman baik itu segera datang, bahwa kehilangan tak akan mampu memutus jalinan kehidupan. Ini hanya soal waktu, kelak kita pun demikian.
Read more...

Wednesday, February 19, 2014

Februari

        Februari sudah mendekati ke dua puluh dua tahunnya aku diberi kesempatan hidup. Dua puluh dua tahun, angka cantik bukan ? Jatuhnya memang tepat di hari minggu, dan adalah hari dimana waktunya aku bekerja paruh waktu. Jadi tak ada yang spesial sekali di hari itu. Malam minggunya ada saja yang mengucapkannya terlebih dulu, yang tentu orang lain tak terpikirkan untuk melakukannya juga. Karena dalam Islam ba'da magrib di sabtu masehi sudah termasuk hari ahad, maka dialah orang pertama yang mengucapkan "selamat ulang tahun" kepadaku. Kalo ada yang bertanya apa kamu senang ? Tentu saja aku senang :)


         Menyambut 16 Februari 2014 sudah aku mulai sejak jam 2 pagi, maksudku malam itu aku tidur uring-uringan. Bukan karena memikirkan hari ulang tahunku atau kejutan apa yang nantinya teman-temanku siapkan. Namun ternyata Tuhan sedang mengirimkan sakit yang tiba-tiba saja datang, yap masuk angin. Penyakit sederhana yang bisa dipastikan karena akhir-akhir ini aku pulang malam tanpa memakai jaket tebal sebagai tameng perlawanan. Subuh di dua pulu dua tahun pertamaku juga sangat terasa berat aku lakukan. Kepala seakan menolak untuk diangkat berjalan, dan tubuhku terasa sakit saat air wudhu aku usapkan. Sayangnya lagi mama pagi-pagi sudah berangkat entah bekerja atau memang ada urusan dan dapur masih sepi belum dipakai untuk pagi ini. Aku hanya bisa rebahan di kasur kusam sambil twitteran dan facebookan karena ucapan selamat sudah mulai berdatangan. Karena perut mulai lapar akupun berniat masak, mencek isi kulkas dan yaha ! hanya ada nugget. Entah karena badanku memang lagi tidak fit atau memang karena aku ga bisa masak, nugget tersebut gosong hanya dalam hitungan menit. Kamu tahu apa yang ada dibenakku ? "Ya Allah, ada ga perempuan yang di umur dua puluh dua masih gosong kalo goreng nugget". Oke , ini lebay !
Singkat cerita, minggu siang sampe malam aku habiskan dengan kerja paruh waktu di apotik. Senin sudah menanti dan seperti biasa aku ngelab dari pagi. Di lab memang menyenangkan, apalagi kalo ada kaka tingkat yang sedang tebal dompetnya terus mentraktir kami sekalian. Kokyaku ! Yeaayy kedai masakan Jepang di area kampus jadi pilihan karena kami semua belum pernah kesana. 
















Malamnya sehabis nonton aku menginap ditempat Elma karena pulangnya tengah malam. Tak ada perasaan apa-apa, dan pas hendak masuk ke kamarnya yang kebetulan ternyata Shaumi juga ada .. Taraaaaa ~ aku mencium bau korek api dibakar dan aku pikir mereka berdua lagi ngerokok bareng. Oke, ini lebay ~ Ternyata mereka niatnya mau ngasi kejutan meskipun cuma ngasih lilin yang penting bisa ditiup, dan sayangnya tanpa sengaja aku sudah tahu duluan. Tapi terimakasih ya atas kotak bekal manis dari Umi dan Elma :) juga coklatnya dam :))


Kalo ditanya kembali, kamu senang ? Tentu aku senang :)
Selasa dan hari-hari selanjutnya seperti biasa aku di lab dan pulang selalu sore. Malamnya Caca minta temenin aku beli screen guard iphone-nya dan memang sudah lumayan lama kami belum ada ketemu lagi. 

Siap-siap tha, aku otw

Karena aku hobi sekali melakukan gerakan slow motion , dan Caca selalu bete bila aku lelet. Maka kali ini aku sudah bersiap dengan hap hap cepat. Tak berapa lama seperti terdengar suara mama meyuruh Caca masuk dan tumben biasanya dia nge-line dulu kalo udah depan rumah. Bergegaslah aku turun dan taraaaaa ~ aku ga sengaja liat Caca di dapur mau nyalain lilin kue yang dipegangnya. Untuk kedua kalinya mereka yang hendak ngasih kejutan gagaaal :)

Tapi terimakasih Caca :*




Kami lalu makan malam sama-sama dan nemenin Caca ke mini market sebentar sebelum mengantar aku pulang. Kemudian pas udah depan rumah aku kaget ko banyak motor dan ada Niken lari terbirit masuk rumah. Sempet bingung sih, dan ternyata mereka semua hendak ngasih kejutan juga namun sayang sekali gagal kembali :) akhirnya rencana matang mereka yang selalu berhasil mengerjai bila ada yang ulang tahun agaknya kali ini tidak berlaku untukku. It's ok i'm happy :) Terimakasih atas kue dan kado cangkirnya :))

Sayang kaliaaan semuaaa *pelukin satu-satu kecuali ijul*



 


Gagal semua sih kejutannya, tapi berkesan. Terimakasih orang-orang terkasih :)
Read more...

Sunday, February 16, 2014

Selamat Berkurang Jatah Hidup, Etha :)

Read more...

Wednesday, February 5, 2014

Endri, Anya dan Cinta (1)

Cinta
embun yang menanti datangnya pagi
Cinta
purnama yang menghiasi malam
Cinta
bumi yang membutuhkan matahari
Cinta
hamparan pasir yang dijemput ombak
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sepasang merpati yang bergejolak sedang membingkai kasih di altar yang mereka sebut bahagia. Malam seakan tak pernah menemukan kesunyian. Pagi tak pernah bosan menyapa kebahagiaan. Sepasang dua anak adam memang tak terpisahkan kala itu. Kala cinta datang mendekat..

Endri  : Anya, sungguh tak ada yang lebih beruntung di dunia ini selain saat aku memilikimu.
Anya  : Sebegitukah aku di hidupmu ? Terimakasih sudah membahagiakanku Endri.

Mereka senang menghabiskan waktu bersama dengn menyisiri keramaian kota sambil berwisata penganan khas mahasiswa. Nasi goreng dengan penyajian yang lumayan lama namun nikmat berselera bila disantap adalah favorit mereka.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tak ada yang salah dengan cinta, yang bila direguk begitu dalam memang sungguh menyenangkan, membahagiakan dan menyejukkan dibuatnya. Langitpun tak ubahnya kanvas biru muda putih yang hanya melukiskan wajah-wajah membahagiakan.

Siapa sangka pertemanan di kegiatan pengabdian desa  adalah awal dari segalanya. Segala hal indah mulai direncanakan dengan keoptimisan yang mengalahkan nalar biasa.

Endri  : Anya, apa aku diizinkan setingkat lebih tinggi derajatnya dihatimu ?
Anya  : Maksudmu ? Aku ga ngerti
Endri  : (sambil menunjuk dada bidangnya seolah itu adalah tempat hatinya berada)
Anya  : Hahahaha
Endri  : Kenapa ko kamu malah ketawa Any ? Saat ini aku tak butuh tawamu, aku hanya ingin persetujuanmu ?
Anya  : Jadi kita sedang tawar-menawar nih ? Hahaha
Endri  : Anya, aku serius. Kesepakatan ini mungkin sudah sering kamu lakukan dengan lelaki sebelum aku. Aku tak peduli, asal kamu bersedia memulai keindahan baru bersamaku. Bukan hanya sebagai teman namun sebagai seseorang yang mencintaimu jauh sebelum kamu menganggap ini adalah pertemanan biasa.
Anya  : (tersipu manis) Entahlah ~
Endri  : (menghela napas)
Anya  : Aku seolah tak ragu memulai ini kembali denganmu.
Endri  : Terimakasih Any
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kebersamaan memang selalu tak pernah lepas dengan bosan. Ia selalu hinggap sejenak atau bahkan terkadang menghisap nektar dari kebahagiaan yang sudah merekah. Waktu memang selalu menyimpan tabir disetiap insan manusia yang melaluinya.

Endri  : Anya, aku mau kita putus. Kamu jangan mengharapkan aku lagi.
Anya  : (bingung saat membaca pesan dari Endri)
Endri  : Sorry Any, kita baiknya udahan aja (tak berapa detik Endri mengetik pesan kembali)
Anya  : End, kamu jangan becanda ya. Aku lagi males nanggepin tau

Tak ada balasan sehabisnya. Semenit, sejam dan bahkan keesokan harinya tak ada pesan di ponsel tipis Anya. Baru kali ini ia bangun dengan pagi yang enggan menyambutnya bahagia. Anya mencoba menyingkirkan rasa takutnya dengan menelpon Endri seperti yang ia lakukan biasanya. Menyapa dan menyempurkan pagi dengan mendengarkan suaranya. Benar, pagi kali ini seolah bencana baginya. Endri tak kunjung mengangkat telpon Anya bahkan di panggilan kesembilan kalinya. Berkecamuk batin Anya dibuatnya hingga tak sadar air mata tumpah pada pipi cabinya. Ada apa Tuhan.. Ada apa dengan Endri yang tiba-tiba lain dari biasanya.

Pesan singkat berpuluh kali ia kirim pada lelakinya. Puluhan telpon pun tak kunjung dapat jawaban.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Apa cinta memang begitu tega berbuat demikian ?

Cinta
kita yang menjelma Aku dan Kamu
Cinta
deraian air  yang jatuh ditebing curam
Cinta
luka yang digores sengaja oleh ketidakjelasan
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hal tersulit bagi Anya adalah melalui kembali jalan hidupnya namun tanpa Endri. Bersyukur Anya masih banyak punya teman-teman yang senantiasa ada untuknya, menghiburnya tanpa harus tahu terlalu dalam rasa pahit yang ia reguk selama ini. Hari demi hari ia lalui dengan berat kenangan yang masih menumpuk di pelupuk mata hatinya. Kini ia hampir mampu melupakan Endri tanpa harus memiliki lelaki lain sebagai pelipur hati.

Minggu malam yang bagi sebagian pasangan muda-muda dihabiskan untuk jalan-jalan memang pernah Anya ritualkan. Namun kali ini tidak, Lita dan Nia teman kuliahnya hendak menginap di rumah. Anya sedikit terhibur dengan kedatangan mereka, karena biasanya mereka menghabiskan malam dengan bercerita panjang tentang apapun yang bagi mereka perlu diperbincangkan. Mereka akhirnya tertidur pulas karena kelelahan melawan malam dengan perbincangan.

Tik Tik ! Tik Tik ! (nada sms di hape Anya). Ia rogoh hape tipisnya di bawah bantal dan terkejutnya ia saat membaca pesan tersebut.

Any, kamu udah tidur ? Aku boleh nelpon kamu ? 




Read more...

Monday, January 20, 2014

Sependek Sajak Ini Sebahagia Diri Ini






Pagi,
Aku senang sekali sarapan setiap hari
Sarapan ?
Iya, dengan sepiring memori tentangmu yang terpatri dan tak kan pernah basi
Kau tau apa yang digilai pagi ?
Dari sisa senyummu malam tadi
Siang,
Panas terik sepanjangan tak lagi ku takuti,
Pesonamu yang harusnya perlu aku waspadai
Biar tak terlalu jauh aku jatuh menyelami

Malam,
Kali ini ada yang lebih menggembirakan dari sekedar menunggumu menjelang
Menggembirakan
Bukan, ini sangatlah membahagiakan
Membuatku berani menyeret malam dengan mimpi indahmu yang tak aku rencanakan

Percaya dengan kebetulan-kebetulan yang direncanakan ?
Kau menyebutnya aneh, tapi inilah kenyataan 

Rumit ?
Iya, serumit aku
Sederhana ?
Iya, sesederhana dirimu

Baiklah,
Memang baiknya cinta
Biarkan apa adanya



Read more...

Wednesday, January 8, 2014

Banjarbaru Kali Ini, Harusnya Menyadarkan Kita Semua


Hampir 22 tahun aku hidup di Banjarbaru dan Martapura, baru kali ini aku melihat banjir begitu gigihnya menutupi kemetropolitan kota idaman ini. Menghalangi aktivitas penghuninya untuk beraktivitas di Kamis basah ini. Yang hendak kuliah atau bahkan harus ujian pun harus melipatgandakan kegigihannya menaklukan pagi ini, oh iya salah, maksudku menaklukkan kemalasan untuk menghadapi pagi ini. Yang hendak bekerja pun sama halnya demikian, tanggung jawabnya sedang Allah uji dengan keegoisannya memanjakan diri di Kamis yang begitu dingin ini. 
Oh ya, aku hendak berkisah tentang Banjarbaru beberapa tahun silam dulu. Aku dan keluarga memang tinggal di Martapura namun ayahku hebat hobi sekali mengajakku jalan-jalan ke Banjarbaru. Apa kalian tahu, aku paling suka melihat patung botol Prof di dekat bundaran Banjarbaru. Mengunjungi pameran dan antraksi tong edan di halaman Unlam, berlarian di taman Idaman, balap-balapan sama ayah di lapangan Murjani (aku naik sepeda roda tiga dan ayah jalan kaki), makan lontong dan nasi kuning di Komet tiap minggu pagi. Aaah~ sungguh, Banjarbaru dulu tak sepadat ini. Jalan Taruna Praja mana pernah semerawut seperti tiap sore begini, dulu bangunan ruko masih bisa di hitung jari. Daerah loktabat mana pernah sepadat ini ditumbuhi bangunan perumahan dan warung-warung berjejeran. 

https://twitter.com/Rescue_Kalsel
Berbeda sekali dengan sekarang, daerah Trikora yang dulunya hutan kini pun sudah banyak perumahan. Ruko berjejeran dimana-mana seolah tak mau membiarkan ada lahan kosong bila di pinggir jalan. Caffe mudah ditemukan, restoran pun hampir selalu ada ditiap sudut jalan. Yaa, kota ini sekarang seakan tak pernah mati. Hiruk pikuk jalanan selalu riuh tiap aku pulang di malam hari. Namun sangat disayangkan, kali ini..
di Kamis basah ini..


https://twitter.com/Rescue_Kalsel
Lihatlah sekarang wahai penghuni Idaman ! Kota yang dulu aku rasa lebih nyaman dari sekarang ..

Sempurnanya pembangunan Banjarbaru belum diimbangi  dengan sempurnya drainase di kota ini. Berkurangnya lahan serapan air, kurangnya ruang terbuka hijau, dan kebiasan masyarakat menjadikan sungai sebagai tong sampah yang benar :(
 
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar). (41)
https://twitter.com/Rescue_Kalsel
Katakanlah (Muhammad), “Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan  orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (42)
https://twitter.com/Rescue_Kalsel
Ayat Al-Quran tersebut sudah sangat jelas menegaskan bahwa kerusakan yang ada dimuka bumi tidak lain adalah akibat ulah manusia itu sendiri yang senantiasa tak henti merusak tatanan alam yang ada. Surah Ar-Rum jelas mewajibkan kita sebagai umat manusia yang paling mulia di muka bumi ini agar selalu melestarikan lingkungan dan bukannya malah mengeksploitasi lingkungan demi keegoisan dan ketamakan kepentingan manusia semata tanpa diimbangi dengan kontrol pada dampak yang akan ditimbulkan. Manusia enggan memelihara lingkungan, mereka lebih suka memelihara kezaliman, ketamakan, dan keserakahan yang pada akhirnya imbas dari perbuatan mereka tersebut akan kembali pada dirinya. 
Eksploitasi lahan tambang yang membabi buta dan pemerintah yang faktanya tutup mata melihat para penjahat keindahan alam memperkosa keelokan lingkungan. Para penambang tak berpengetahuan, pengembang perumahan yang acuh pada lingkungan, pemerintah yang tak pandai mengelola kekuasaan serta masyarakat yang tak sadar akan pentingnya menjaga lingkungan adalah tersangka utama dari kerusakan alam yang mulai bermunculan. Memang ekploitasi sumber daya Kalimantan Selatan adalah sejarah panjang mulai dari zaman penjajahan. Mulai dari perubahan fungsi hutan, pertambangan dan eksploitasi alih fungsi lahan. Itu adalah induk dari segala akar permasalahan lingkungan yang tak pernah habis dibicarakan namun tetap tak ada perubahan. Para pejabat pemerintahan juga tak kuasa menadah tangan menerima gumpalan uang dari penjahat-penjahat lingkungan agar mereka tak dipenjarakan. Biadab memang ! Ayahku pernah berkata, "Apa kaku pernah melihat daerah Sungai Danau, Batu Licin pada puluhan tahun silam ? Sekarang mungkin akan lebih buruk dari yang kau bayangkan". Lubang bekas tambang yang tak ubahnya menjadi kubangan kolam beracun yang merusak lingkungan. Ah, bedebah orang-orang itu. Apa perlu Tuhan timpakan bencana berulang agar kesadaran kita mulai dihidupkan ? Ah tentulah tidak, itu namanya penyesalan bukan ? Tidaklah terlambat bila kita sadar sekarang. Sadar melakukan kesalahan seraya mulai memperbaiki kebiasan. 
Membiasakan agar membuang sampah tidak sembarangan adalah hal yang memang sepele namun jarang dilakukan bagi kebanyakan orang. Tidak membuang sampah di sungai  jarang dilakukan warga sekitaran yang hidup di sana. Lihat saja pinggiran sungai Martapura ! Tidak membuang sampah dipinggir jalan dengan berharap ada tukang sampah yang memungutnya adalah juga perbuatan salah, dan itu masih sering kita jumpai kan ? Membakar sampah dan menimbunnya pun juga harusnya tak dilakukan agar air serapan tak tercemar. Buanglah sampah pada tempat pembuangan resmi yang dikelola oleh pemerintah.
Semoga ini banjir terakhir di Banjarbaru.. 
Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdo’alah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan. Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira, mendahului kedatangan rahmat-Nya (hujan), sehingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerh yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Kemudian Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya subur dengan izin Tuhan; dan tanah yang buruk, tanaman-tanamannya yang tumbuh merana. Demikianlah kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kebesaran Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.” (Q.S. Al-A’raf (7) : 56-58)
 
 Mari sama-sama kita jaga lingkungan dengan baik dan benar ! (9'.')9






Read more...

Thursday, January 2, 2014

Men's October





"Jadi kita mau menonton apa ? Endensor atau kayanya The Hobbit lumayan juga tuh ?".
 "Loh, tadikan rencana mau nonton Endensor. Kamu gimana sih, terserah kamu deh. Aku kurang begitu paham tentang film bagus, kamu saja yang memutuskan".
"Aku juga bingung, apa tidak sebaiknya kita nonton Tenggelamnya Kapal Vanderwick ?".
"Okta..Kamu bikin aku bingung nih. Apa kita nonton Dhoom 3 saja ?".
"Yasudah mba, Endensor saja. Eh tapi nonton yang jam berapa ya Feb ?".
"Terserah kamu, aku ngikut aja. Kita di kursi yang mana nih ?".
"Kursi shaf kedua dari belakang aja".


 "Kamu sendiri di rumah ? Sudah makan malam ?".
"Iya. Aku belum makan".
"Mama belum sampe rumah ya ?"
"Belum, sebentar lagi mungkin".
"Oya, kamu ngapain aja seharian tadi ?".
"Ngampus, terus konsul lalu ke mini market terus pulang deh. Oya kamu lagi apa?".
"Aku lagi santai sambil liat acara di tivi".
"Ooh..".


"Kamu mau pesan apa ? ".
"Yang diskon hari ini apa ? Itu aja deh plus dibungkus 1, tadi mama nitip".
"Oke super besar 2 dibungkus 1 dan yang makan di tempat dua buah".
"Selamat makan Febi".
"Iya. Oya, kamu ngerasa ga tadi itu bayarnya kemahalan ?".
"Engga sih, kenapa memang ?".
"Sini, aku liat struknya. Tuh kan, kita salah pesan. Mbanya ngasih kita paket yang ga diskon, pantesan mahal banget".
"Oya ? Yasudahlah..".
"Tau gitu kita mesannya yakiniku aja, toh harganya hampir sama".
"Sudah Febi... Lahap saja rezeki yang ada di depan kita"


"Selamat sore".

"Sore juga".
"Feb Feb. Aku boleh nanya sesuatu ?".
"Hem..Boleh saja. Kenapa ya ?".
"Hem.. Kamu ko cantik ?".
"Sudah ketiga kalinya kamu menanyakannya Okta -_-". 


Aku tak sengaja meletakkan percakapan-percakapan itu di memori otakku. Susahnya mengambil keputusan. Kepo yang bagi kebanyakan adalah berlebihan. Sisi santai dan romantis juga kadang terpancarkan. Sungguh, mempenakannya jauh lebih baik dari sekedar ingatan. Terlebih pada sesuatu yang membahagiakan.

 
 
Read more...